Kompas.com - 22/04/2013, 16:56 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAMBI, KOMPAS.com — Sumber-sumber api dalam hutan di Jambi terus bermunculan. Pengelola hutan mulai mengaktifkan pemanfaatan Sistem Peringatan Bahaya Kebakaran Hutan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) selaku pemegang konsesi restorasi ekosistem Hutan Harapan mulai mengaktifkan Sistem Peringatan Tingkat Bahaya Kebakaran Hutan (Fire Danger Rating System).

Kepala Humas Hutan Harapan, Surya Kusuma, di Jambi, Senin (22/4/2013), mengatakan, sistem ini digunakan untuk memonitor cuaca dan melakukan antisipasi ketika kebakaran hutan atau pembakaran lahan mulai terjadi. "Ketika terpantau kebakaran dalam tingkat sedang, akan dilakukan tindakan pemadaman segera. Dengan demikian, kebakaran bisa langsung dikendalikan," ujar Surya.

FDRS merupakan sistem manual yang di dalamnya termasuk stasiun cuaca, kalkulasi matematika, papan tanda informasi publik yang memberi peringatan kepada semua orang tentang tingkat bahaya kebakaran setiap hari. Melalui sistem ini, tim pemadam api setempat akan lebih bersiaga mengatasi kebakaran. FDRS juga membaca data curah hujan harian, kelembaban relatif, dan kondisi vegetatif untuk memperhitungkan bahaya potensi kebakaran.

Menurut Surya, kebakaran dalam kawasan Hutan Harapan sebagian besar merupakan akibat kegiatan perambahan hutan secara ilegal. Para pelakunya merupakan pendatang dari luar Jambi. Mereka mengklaim hutan demi hak kelola untuk penanaman sawit dan palawija.

Di Jambi, jumlah titik panas sudah 28 titik selama April ini. Sebagian besar titik panas yang diindikasikan sebagai kebakaran terdapat dalam kawasan hutan.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.