Tersangka Bom Boston Merespons secara Tertulis - Kompas.com

Tersangka Bom Boston Merespons secara Tertulis

Kompas.com - 22/04/2013, 10:11 WIB

BOSTON, KOMPAS.com — Tersangka pengeboman di maraton Boston yang ditangkap dalam kondisi hidup telah sadar dan menanggapi pertanyaan penyelidik secara tertulis. Demikian lapor sejumlah media AS, Minggu (21/4/2013) malam setempat.

Dzokhar Tsarnaev, yang sedang dirawat di rumah sakit karena luka yang diderita dalam perburuan, merupakan tersangka utama di balik pengeboman kembar pada Senin lalu yang menewaskan tiga orang dan melukai 180 lainnya di maraton Boston. Kakaknya, yang tewas dalam baku tembak dengan polisi, juga tersangka.

NBC News, yang mengutip para pejabat federal, melaporkan bahwa meskipun cedera tenggorokan, yang membuatnya tidak bisa bicara, pemuda 19 tahun itu mulai menanggapi pertanyaan para penyelidik. ABC News mengatakan, Tsarnaev menjawab secara "sporadis" dengan cara tertulis dan bahwa para penyelidik bertanya tentang kemungkinan anggota sel lainnya dan bom yang belum meledak.

USA Today juga mengutip seorang pejabat penegak hukum yang mengatakan pemuda itu terjaga dan menanggapi secara tertulis seraya menambahkan bahwa para penyelidik sedang menyelidiki kemungkinan bahwa luka di lehernya dilakukannya sendiri.

Minggu pagi, Komisaris Departemen Kepolisian Boston, Ed Davis, mengatakan kepada wartawan bahwa Tsarnaev berada dalam "kondisi kritis tetapi stabil".


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorEgidius Patnistik

    Terkini Lainnya

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

    Nasional
    Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

    Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

    Nasional
    Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

    Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

    Regional
    'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

    "Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

    Nasional
    Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

    Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

    Nasional
    Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

    Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

    Nasional
    Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

    Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

    Internasional
    Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

    Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

    Regional
    KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

    KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

    Nasional
    Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

    Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

    Regional
    Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

    Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

    Regional
    Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

    Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

    Regional
    Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

    Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

    Internasional
    Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

    Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

    Nasional
    3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

    3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

    Regional

    Close Ads X