Kecintaan Pada Indonesia dari Ujung Selatan Negeri Kangguru - Kompas.com

Kecintaan Pada Indonesia dari Ujung Selatan Negeri Kangguru

Kompas.com - 21/04/2013, 10:37 WIB

MELBOURNE, KOMPAS.com - "Selamat pagi Mr Ambassador.". Sebanyak 190 murid sekolah Southern Christian College (SCC) di Kingston, Pulau Tasmania dengan semangat menyapa Duta Besar RI untuk Australia Najib Riphat Kesoema ketika beliau berkunjung ke sekolah tersebut minggu lalu.

Beberapa murid kemudian dengan antusias mempraktekkan bahasa Indonesia yang mereka pelajari sejak taman kanak-kanak. Menurut rilis yang dikeluarkan KJRI Melbourne yang diterima oleh koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya, hari Minggu (21/4/2013) setelah disambut di aula, Dubes yang didampingi Konjen RI di Melbourne (yang membawahi Tasmania), Imawan Emir Wisnandar diajak berkeliling menyaksikan aktivitas pengajaran bahasa Indonesia dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan kelas 10.

Di setiap kelas terlibat bagaimana dominannya pengaruh bahasa Indonesia misalnya setiap ruangan kelas dinamai dalam bahasa Indonesia. Wakil Kepala Sekolah, Scott Ambrose menuturkan bahwa Southern Christian College adalah satu-satunya sekolah dari sekitar 150 sekolah dasar dan menengah di Tasmania yang mewajibkan pelajaran bahasa Indonesia bagi murid-muridnya sejak tahun 1998. 

Lebih hebatnya lagi bahasa Indonesia adalah satu-satunya bahasa asing yang diajarkan di sini.  Konsistensi sekolah ini dalam mengajarkan bahasa Indonesia patut diacungkan jempol karena banyak sekolah di Tasmania yang menghentikan pengajaran bahasa Indonesia dan kalaupun masih, hanya mengajarkan bahasa Indonesia di satu atau dua kelas dan hanya dalam satu atau dua semester saja. 

Dalam 10 tahun terakhir terakhir memang minat anak-anak sekolah mempelajari bahasa Indonesia menurun drastis di seluruh Australia. Komitmen SCC dalam mengajarkan bahasa Indonesia tidak sampai di situ saja. Setiap tahunnya sekolah ini mengirimkan murid-muridnya ke Indonesia dalam rangka pertukaran pelajar. 

SCC sudah menjalin kemitraan dengan sekolah Indonesia yaitu SMA Muhammadiyah 1 Bali. Sebuah kemitraan yang bukan hanya untuk memajukan pengajaran bahasa Indonesia tapi juga untuk meningkatkan saling pengertian dan saling pemahaman mengingat SCC adalah sekolah kristen.

Sebelum pulang, rombongan sempat menanyakan kepada beberapa anak dari kelas 8 kenapa mereka belajar bahasa Indonesia. Sambil mengacungkan jempol mereka bilang "bahasa Indonesia kereennn!!" " Menakjubkan bukan, mereka bahkan tahu bahasa gaul anak-anak Indonesia." kata Dubes Najib Riphat.

 


EditorRusdi Amral

Close Ads X