Kompas.com - 21/04/2013, 10:29 WIB
|
EditorRusdi Amral

PERTH, KOMPAS.com - Seorang tertuduh teroris asal Mesir, seorang tertuduh pembunuh asal Sri Lanka, dan seorang warga Iran  yang dicari karena perdagangan narkoba, semuanya tiba di Australia baru-baru ini dengan mengaku sebagai pencari suaka dan masuk lewat kapal.

Menurut harian The Weekend West yang terbit di Perth, hari Sabtu (20/4/2013), pria asal Mesir ini sekarang ditahan oleh pihak berwenang Ausralia adalah seorang tertuduh terorisme yang masuk dalam daftar pencarian polisi internasional, Interpol. Polisi Federal Australia (AFP) telah memberitahu Departemen Imigrasi atas status mereka, dan mereka masuk lewat Pulau Christimas atau gugus kepulauan Cocos.

Pria asal Sri Lanka dituduh membunuh pacarnya sebelum melarikan diri ke Australia menggunakan perahu suaka. AFP juga memperingatkan Departemen Imigrasi atas seorang warga Iran yang baru datang, yang dicari oleh pihak berwenang di Teheran karena penyeludupan narkoba.

Warga Iran dan Mesir tersebut sekarang ditahan di pusat penahanan  imigrasi yang penjagaannya tidak begitu ketat, sementara warga Sri Lanka di pusat penahanan masyarakat. Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya, tuduhan adanya tindak kriminal yang dilakukan para pencari suaka ini membuat pihak berwenang Australia dalam posisis sulit.

Menuurut konvensi pengungsi PBB, polisi memiliki kuasa terbatas untuk bekerjasama dengan pihak berwenang asing ketika seorang pencari suaka mengajukan permohonan suaka mereka. Bila polisi mengambil tindakan tertentu yang membuat para pencari suaka ini merasa terancam di negara asal mereka, maka klaim mereka mencari perlindungan di Australia akan semakin kuat.

Departemen Imigrasi tidak menjawab apakah mereka sudah mendapatkan informasi dari AFP, atau apakah tindakan khusus sudah dikenakan terhadap beberapa orang tersebut. Saat ini terdapat 110 warga Mesir yang masuk dalam daftar merah pencarian Interpol. Daftar merah ini merupakan yang tertinggi dan dalam daftar tersebut termasuk teroris, kriminal tingkat tinggi, dan penipu, juga pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri.

Dua kapal terbaru pencari suaka yang masuk ke Australia membawa 153 dan 112 orang, sehingga jumlah pencari suaka yang datang di bulan April sudah mencapai 2000 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.