Tersangka Kedua dari Bom Boston Ditangkap

Kompas.com - 20/04/2013, 08:31 WIB
EditorEgidius Patnistik

WATERTOWN, KOMPAS.com Polisi Boston, AS, Jumat (19/4/2013) malam waktu setempat atau Sabtu pagi (WIB), menangkap remaja yang merupakan tersangka kedua dalam pengeboman di Maraton Boston. Penangkapan terjadi setelah sebuah konfrontasi di sebuah rumah di Watertown di pinggiran Boston, Massachusetts.

Remaja 19 tahun bernama Dzhokhar Tsarnaev itu dilaporkan masih hidup dan kini berada dalam tahanan. "Tersangka dalam tahanan. Para petugas menyisir daerah itu. Tunggu informasi lebih lanjut," kata kepolisian Boston di akun Twitter-nya setelah Dzhokhar Tsarnaev dibawa pergi dari lokasi penangkapan. Warga di dekat lokasi bersorak dan bertepuk tangan saat remaja itu diringkus dan dibawa pergi polisi.

Dzhokhar Tsarnaev dan kakaknya, Tamerlan Tsarnaev (26), yang telah tewas dalam baku tembak dengan polisi pada Jumat dini hari waktu setempat, merupakan tersangka utama dalam pengeboman di Maraton Boston, Senin lalu, yang menewaskan tiga orang dan melukai sekitar 180 orang lainnya. Keduanya berasal dari Chechnya, tetapi telah menetap secara legal di AS satu tahun terakhir.

FBI mengatakan bahwa agennya pernah mewawancarai Tamerlan Tsarnaev tahun 2011 atas permintaan sebuah pemerintah asing. Penyelidikan itu, kata seorang pejabat FBI, tidak menemukan "informasi tercela". Pejabat itu menolak untuk mengidentifikasi negara yang meminta penyelidikan atau memberi tahu motif penyelidikan tersebut.


Berita terkait baca di :Teror Bom di Boston

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

    11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

    Internasional
    75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

    75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

    Internasional
    Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

    Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

    Internasional
    Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

    Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

    Internasional
    Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

    Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

    Internasional
    Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

    Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

    [POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

    Internasional
    PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

    PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

    Internasional
    Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

    Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

    Internasional
    Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

    Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

    Internasional
    2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

    2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

    Internasional
    Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

    Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

    Internasional
    Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

    Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

    Internasional
    Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

    Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X