Kompas.com - 19/04/2013, 05:36 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

LIMA, KOMPAS.com — Beberapa presiden dari kawasan Amerika Selatan akan menyelenggarakan pertemuan darurat pada Kamis (18/4/2013) malam waktu setempat, atau Jumat (19/4/2013) pagi waktu Indonesia. Pertemuan digelar di Lima, Peru, khusus membahas kemelut politik di Venezuela menyusul terpilihnya Nicolas Maduro sebagai Presiden dalam pemilu setempat.

Pejabat tinggi Peru tidak mengatakan kemungkinan pertemuan itu untuk menunjukkan dukungan kepada Maduro, atau pemimpin kawasan ingin mengeluarkan seruan bersama untuk ketenangan di Venezuela. Unjuk rasa terus berlanjut di seantero Venezuela, seperti dikutip dari Reuters, menyikapi kemenangan tipis Maduro dalam pemilihan umum di awal pekan ini.

Jumat, pelantikan Maduro

Menurut rencana, Maduro akan dilantik menjadi Presiden, Jumat (19/4/2013) waktu setempat. Pengakuan atas kemenangan Maduro sudah disampaikan antara lain oleh Pemerintah Brazil, Peru, Ekuador, Kolombia, Bolivia, dan Argentina. Namun, "musuh besar" Venezuela, Amerika Serikat, belum memberikan pengakuan pada "pewaris pilihan" Hugo Chavez itu. Sementara itu, Uni Eropa menyatakan kekhawatirannya atas meningkatnya pengkutuban di masyarakat Venezuela.

Pertemuan para pemimpin negara Amerika Latin digelar di bawah payung Unasur. Peru saat ini memegang jabatan bergilir Presiden Unasur. Presiden Peru, Uruguay, Argentina, Kolombia, dan Brazil dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut bersama beberapa pemimpin dari negara lain. Seusai pertemuan, para pemimpin negara-negara ini juga akan menghadiri pelantikan Maduro.

Hasil pemilihan presiden Venezuela yang digelar Minggu (14/4/2013) ditentang kubu kandidat Henrique Capriles. Dia dan pendukungnya menduga ada ribuan penyimpangan selama pemungutan suara, dan menghendaki dilakukan penghitungan ulang suara. Sampai saat ini dilaporkan delapan orang telah tewas selama aksi unjuk rasa menolak kemenangan Maduro. Pemerintah menuduh Capriles telah menghasut dan menciptakan kekerasan, tetapi telah dibantah.

Presiden Kuba Raul Castro, Senin (15/4/2013), mengucapkan selamat kepada Maduro atas kemenangannya di pemilu. "Atas nama pemerintah dan rakyat Kuba, saya mengucapkan selamat kepada Anda atas kemenenangan itu, yang memperlihatkan kekuatan gagasan dan pekerjaan Komandan Hugo Chavez," kata pemimpin Kuba itu di dalam pesannya kepada Maduro.

Venezuela menjadi mitra ekonomi dan politik utama bagi Kuba. Kedua negara menandatangani beberapa kesepakatan kerja sama di banyak bidang, seperti telekomunikasi, energi, dan nikel dalam 14 tahun pemerintahan Hugo Chavez.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari yang sama juga mengirimkan ucapan selamat kepada anak didik mendiang Hugo Chavez itu, dengan menyatakan harapan bahwa hubungan Rusia-Venezuela semakin diperkuat. Putin berkeyakinan, di bawah Maduro, Venezuela akan terus menggalang kemitraan strategis dengan Rusia.

Dikutip dari layanan pers Kremlin, Putin pun menegaskan kesiapan Moskwa bagi pengembangan lebih lanjut pembicaraan pembangunan di antara kedua negara. Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak semua kekuatan politik di Venezuela menghormati hasil pemilihan presiden dan berupaya melakukan pendekatan seimbang dan bertanggung jawab.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.