Margaret Thatcher, Tipe Pemimpin yang Didambakan di Indonesia

Kompas.com - 16/04/2013, 18:42 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

KOMPAS.com- Sebagai wartawan Indonesia di London yang mengikuti perkembangan politik di Inggris dan di tanah air, pemberitaan tentang Margaret Thatcher membuat saya berpikir bahwa dia adalah tipe pemimpin yang didambakan banyak orang di Indonesia dewasa ini.

Nyonya Thatcher adalah seorang pemimpin yang tegas, berani dan konsisten; begitu dia yakin bahwa kebijakannya benar, dia tidak akan berputar haluan karena tekanan massa maupun nasehat para pembantu-pembantunya. Beberapa peristiwa berikut ini menggambarkan kepemimpinan Nyonya Thatcher sebagai Perdana Menteri Inggris dari tahun 1979 sampai 1990.

Margaret Thatcher berani mengambil resiko besar ketika pada tahun 1982 dia memutuskan untuk merebut kembali Kepulauan Falklands yang diduduki Argentina meski Kementrian Luar Negeri menyarankan agar dia berkompromi.

Pemerintah Presiden Ronald Reagan di Amerika Serikat juga menasihati agar Nyonya Thatcher berunding dengan Argentina. Walaupun begitu, Thatcher berkeras bahwa dia tak akan berkompromi soal kedaulatan dan memutuskan untuk mengirimkan angkatan lautnya ke kepulauan yang berjarak 12.000 km dari daratan Inggris dan hanya terletak 500 km dari Argentina. Seandainya gagal merebut Falklands, Thatcher yang baru berumur tiga tahun hampir pasti akan jatuh karena pemerintahnya ketika itu sedang tidak populer akibat tingkat pengangguran yang tinggi.

Keputusan Thatcher untuk merebut Falklands jauh lebih berani dibanding dengan kebijakan Perdana Menteri Tony Blair untuk mengekor Amerika Serikat dengan menyerbu Irak pada tahun 2003. Dalam Perang Irak, Amerika dan Inggris mustahil kalah secara militer sedangkan dalam Perang Falklands kekalahan bagi Inggris merupakan sebuah kemungkinan yang nyata.

Dalam politik domestik, Thatcher juga pemimpin yang bernyali besar sekaligus cermat secara taktis. Pada dasawarsa 1970an hingga pertengahan 1980an ketika negara masih berperan besar dalam hampir semua sektor ekonomi, pemerintah Inggris hampir selalu bertekuk lutut menghadapi tuntutan serikat buruh.

Namun pada tahun 1984, Nyonya Thatcher memutuskan untuk menghadapi serikat pekerja batubara yang dipimpin Arthur Scargill, seorang aktivis buruh Marxis radikal. Scargill menentang keputusan pemerintah untuk menutup tambang-tambang batubara yang sudah tidak ekonomis dan mengira Thatcher akan menyerah begitu listrik padam akibat pasokan batubara yang terputus.

Ternyata Thatcher sudah bersiap diri dengan menimbun stok batubara sehingga dalam adu kuat yang berlangsung selama satu tahun, pemogokan besar yang sering diwarnai dengan bentrokan berakhir tanpa konsesi dari pemerintah. Berkat Thatcher, sejak itu serikat buruh tidak lagi menjadi momok bagi industri Inggris. Pada tahun 1979, kehilangan 29 juta jam kerja akibat pemogokan, pada tahun 1989 angka itu turun menjadi dua juta jam kerja.

Dobrak konsensus
Selain berani, Thatcher juga mempunyai keyakinan kuat dalam kebijakan ekonomi yang dia anut. Dia mendobrak konsensus di antara dua partai terbesar di Inggris yaitu Partai Buruh dan Partai Konservatif yang berlaku sejak akhir Perang Dunia II dimana negara langsung menguasai asset ekonomi, tingkat pajak tinggi dan regulasi yang ketat.

Pada zaman Thatcher British Airways, British Telecom, British Gas, dan British Leyland dijual kepada publik dalam sebuah rangkaian kebijakan yang menelorkan istilah baru bernama ‘privatisation’. Kebijakan privatisasi Thatcher kemudian ditiru berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X