Kompas.com - 16/04/2013, 13:43 WIB
EditorKistyarini

BOSTON, KOMPAS.com — Aparat penegak hukum di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, mengatakan, bom yang meledak di dekat garis finis Boston Marathon dibuat secara amatiran, ABC News melaporkan, Senin (15/4/2013).

Bom itu dibuat asal-asalan dan dimasukkan dalam tas atau ransel kemudian diletakkan saat lomba lari maraton berlangsung atau sesaat sebelumnya. Bom itu juga diledakkan dari jarak jauh dengan menggunakan ponsel. Terkait hal itu, pihak berwenang meminta data dari penyedia layanan seluler.

Reuters yang mengutip sumber di aparat penegak hukum melaporkan, dua bom menggunakan bubuk mesiu sebagai bahan peledak. Bom itu juga diisi gotri dan berbagai potongan logam untuk memaksimalkan kerusakan.

Penyelidikan peristiwa ini dipimpin oleh Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan melibatkan aparat penegak hukum kota Boston, Negara Bagian Massachusetts, dan federal.

Seperti diberitakan, tiga orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka akibat ledakan dua bom di Boston Marathon, Senin siang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.