Boston Diguncang Ledakan, Ini Cara Obama Merangkul Seluruh Warganya

Kompas.com - 16/04/2013, 06:45 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Barack Obama langsung menggelar konferensi pers, Senin (15/4/2013) petang waktu setempat, menyusul ledakan yang terjadi di tengah Boston Marathon. Begini cara Obama merangkul seluruh elemen bangsanya menghadapi serangan yang sudah disebut FBI sebagai serangan teroris.

"Saya telah menghubungi pemimpin Kongres dari dua partai (Demokrat dan Republik, red), dan kami menegaskan kembali bahwa pada hari-hari seperti ini tidak ada Republik atau Demokrat. Kita Amerika, bersatu dalam kepedulian terhadap sesama warga kita," tegas Obama, dalam konferensi pers selama tiga menit, tak lebih dari empat jam setelah ledakan pertama terjadi di sela Boston Marathon.

Obama juga menyatakan telah berbicara dengan Gubernur Deval Patrick dan Wali Kota Boston Tom Menino. Kepada keduanya, Obama meminta semua sumber daya federal dikerahkan untuk merawat para korban. "Dan di atas semua, saya telah menjelaskan kepada mereka bahwa semua orang Amerika berdiri bersama warga Boston," tegas Obama.

Kepada para petugas polisi, pemadam kebakaran, pemberi respons pertama insiden ini, dan National Guard yang telah mengambil tindakan, Obama menyebut mereka sebagai orang-orang heroik. "Dan mereka terus melakukaannya saat kita berbicara sekarang," ujarnya, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung oleh CNN.

Menurut Obama, tindakan heroik tersebut sekaligus merupakan pengingat, bahwa ada banyak orang Amerika bersedia melayani dan berkorban satu sama lain setiap hari, tanpa memperhatikan keselamatan mereka sendiri, dalam keadaan berbahaya dan sulit. "Dan kami salut semua orang yang membantu dengan merespons begitu cepat dan profesional untuk tragedi ini," ujar dia.

Obama pun mengutip sejarah Boston Marathon sebagai bagian dari peringatan Hari Patriot. "Hari ini adalah hari libur di Massachusetts - Hari Patriots. Ini adalah hari untuk merayakan semangat kebebasan dan kemerdekaan," kata dia.

Pada peringatan Hari Patriot di Boston, ujar Obama, banyak orang datang ke kota itu dalam semangat kompetisi yang ramah. "Boston adalah kota tangguh dan tahan banting. Begitu pula warganya," kata dia.

Karenanya, Obama berkeyakinan warga Boston akan bekerja sama, saling menjaga satu sama lain, dan bergerak maju sebagai salah satu kota yang membanggakan. "Dan seperti yang mereka lakukan, rakyat Amerika akan bersama mereka setiap langkah dari jalan," tegas dia.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X