Al Shabab Serang Pengadilan, Puluhan Tewas

Kompas.com - 16/04/2013, 02:54 WIB
Editor

Mogadishu, Senin - Aparat keamanan Somalia menggelar operasi skala besar di Mogadishu, ibu kota negara itu, Senin (15/4), sehari setelah sembilan ekstremis Al Shabab melancarkan serangan bunuh diri di kompleks pengadilan Mogadishu. Puluhan orang tewas dalam serangan hari Minggu itu.

Negara yang berada di urutan pertama daftar negara gagal itu sebenarnya relatif lebih tenang dalam setahun ini. Dana Moneter Internasional (IMF) pun, Jumat lalu, mengakui Pemerintah Somalia mengakhiri terputusnya hubungan 22 tahun, yang bisa mendorong dukungan teknis dan kebijakan IMF bagi negara itu.

Ironisnya, ketika kepercayaan internasional berangsur pulih kepada pemerintahan, kelompok ekstremis binaan Al Qaeda itu justru kembali berulah. Hari Minggu, satu komando serangan bunuh diri yang melibatkan sembilan anggota Al Shabab menyerang kompleks utama pengadilan Mogadishu. Beberapa penyerang memakai rompi berisi bom meledakkan dirinya dan rekannya yang lain menembak dengan senjata api laras panjang.

Akibat serangan itu, 16 orang tewas seketika. Laporan terbaru tadi malam menyebutkan, serangan itu menewaskan puluhan orang atau sedikitnya 35 orang. Korban tewas diperkirakan bisa saja bertambah karena di antara puluhan yang terluka ada belasan dalam kondisi kritis.

Menteri Dalam Negeri Somalia Abdikarin Hussein Guled menuturkan, semua penyerang tewas. ”Enam orang tewas setelah meledakkan dirinya dengan bom dan tiga lainnya tewas ditembak polisi,” katanya sambil menegaskan, aparat keamanan telah berhasil mengendalikan situasi.

Serangan itu adalah yang terburuk selama berbulan-bulan belakangan ini. Tidak lama setelah serangan mematikan itu, kelompok ekstremis Al Shabab, sayap Al Qaeda paling kuat dan terkejam di Tanduk Afrika, mengklaim sebagai pelaku serangan.

Teroris pengecut

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wakil khusus PBB di Somalia, Augustine Mahiga, ”terguncang dan marah” atas serangan mematikan itu. ”Saya bergabung dengan pemerintah dan rakyat Somalia mengutuk aksi teror tidak masuk akal ini,” kata Mahiga sambil menambahkan, kemajuan Somalia ke arah stabilisasi tak boleh dibayangi tindakan putus asa para teroris pengecut.

Juru bicara Al Shabab, Sheikh Ali Mohamed Rage, mengklaim hanya lima penyerang tewas. Dia bersumpah akan ada serangan susulan lebih berbahaya. ”Ini aksi suci untuk menarget orang-orang tak beriman yang sedang menggelar pertemuan di kompleks pengadilan. Kami akan terus menyerang sampai Somalia dibebaskan dari penjajah,” katanya.

Pemerintah Somalia saat ini sering kali dicap sebagai boneka AS yang harus digulingkan. Hari Senin, pasukan pemerintah menggelar operasi besar menyisir kawasan Mogadishu untuk mencari bahan peledak dan senjata api. ”Ini adalah operasi keamanan skala besar di jalan-jalan Mogadishu,” kata pejabat teras kepolisian, Mohamed Hassan.

Sejauh ini, kata Hassan, lebih dari 400 orang ditangkap. Polisi dan tentara melakukan operasi gabungan serentak di seluruh kota. Mereka menghentikan kendaraan yang lewat untuk mencari ekstremis. Secara umum situasi relatif terkendali.(AFP/AP/REUTERS/CAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.