Kompas.com - 15/04/2013, 15:34 WIB
|
EditorRusdi Amral

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Aw (60), seorang kakek yang berprofesi sebagai guru bantu di sebuah sekolah di Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, diduga memerkosa seorang anak perempuan berusia 9 tahun. Perbuatan tersebut dilakukan Aw di dalam warung tempatnya berjualan yang terletak di dekat sekolah tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Aceh Besar Ajun Komisaris Besar Djadjuli, Senin (15/4/2013), mengungkapkan, pemerkosaan tersebut terjadi pada Rabu (10/4/2013) sekitar pukul 12.00. Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut pada malam harinya setelah magrib ke Kantor Kepolisian Sektor Kota Malaka.

"Itu diketahui setelah orangtuanya mendesak ada keanehan pada perilaku anaknya, baru anaknya kemudian ngomong," ujar Djadjuli.

Setelah mendapat laporan dari ibu korban, polisi mengarahkan agar korban divisum malam itu juga ke dokter. Dari hasil visum didapati ada kerusakan pada alat kelamin korban akibat paksaan benda tumpul.

"Sebelum kami menangkap pelaku, kami cek dulu ke korban apa benar pelakunya, setelah dilakukan pengecekan dan visum dokter, ternyata betul. Akhirnya kami langsung menangkap pelaku," kata dia.

Pelaku mengakui perbuatannya kepada ibu korban yang masih tetangganya sendiri. Hal tersebut makin menguatkan polisi untuk menangkap tersangka. Diduga, saat pemerkosaan dilakukan, suasana di sekolah tersebut telah sepi karena telah memasuki jam pulang sekolah. " Mungkin melihat korban masih di sana, kemudian membawa pelaku ke dalam (warung), yang jelas pasti sepi," kata Djadjuli.

Pelaku saat ini masih ditahan di Polsek Kuta Malaka. Polisi masih menyelesaikan pemberkasaan kepada yang bersangkutan. Polisi belum menemukan adanya unsur kekerasan lain selain pemerkosaan tersebut dalam kejadian tersebut. "Kekerasan tak ada, mungkin ditakut-takuti dulu. Biasanya kan seperti itu," ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaku diancam dengan hukuman pidana, salah satunya Pasal 285 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), yang menyatakan, barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

 

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X