Kompas.com - 15/04/2013, 15:03 WIB
EditorEgidius Patnistik

BAGHDAD, KOMPAS.com - Gelombang pemboman di seluruh Irak, Senin (15/4) ini, menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai 200 lainnya, kata sejumlah pejabat. Tragedi itu terjadi beberapa hari sebelum pemilihan umum pertama negara itu sejak pasukan AS menarik diri. Angka-angka tentang jumlah korban masih merupakan angka sementara karena jumlah korban sesungguhnya belum diketahui pasti.

Kantor berita AFP melaporkan, sebanyak 14 bom mobil dan tiga bom pinggir jalan menghantam tujuh kota termasuk Baghdad, kata para petugas keamanan dan medis. Rangkaian ledakan bom itu terjadi pada jam sibuk di pagi hari. Sejumlah pejabat mengatakan, beberapa kendaraan berisi bahan peledak diledakkan di kota-kota yang berkonflik di Irak utara yaitu di Kirkuk dan Tuz Khurmatu. Ledakan bom juga terhadi Samarra di Irak tengah dan Hilla serta Nasiriyah yang terletak di selatan Baghdad.

Menurut data sementara dari petugas medis, jumlah korban tewas sejauh ini ada 19 orang. Korban luka 200 orang. Di Tuz saja, yang terletak 175 kilometer dari Baghdad, tiga bom mobil yang menghantam pusat dan timur kota itu beberapa menit setelah pukul 08.00 pagi waktu setempat (atau pukul 11.00 WIB) menewaskan enam orang dan melukai 60 orang lainnya.

Kredibilitas pemilu yang dijadwalkan pada 20 April ini pun dipertanyakan. Sejauh ini sudah 14 kandidat yang mau maju dalam pemilu telah dibunuh dan hanya 12 dari 18 provinsi di negara itu yang akan ambil bagian dalam pemilu.

Para tentara dan polisi telah memberikan suara mereka untuk pemilihan kepala daerah pada hari Sabtu, seminggu menjelang pemungutan suara utama. Pemilu itu akan menjadi pemilu pertama sejak pemilu parlemen pada Maret 2010. Pemilu itu dilakukan di tengah gelombang kerusuhan dan krisis politik yang berlangsung lama antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan beberapa mantan mitra di pemerintahannya.

Lebih dari 8.000 kandidat akan bertarung dalam pemilu itu, dengan 378 kursi di dewan provinsi yang akan diperebutkan. Sebanyak 16,2 juta warga Irak diperkirakan berhak untuk memilih.

Meskipun keamanan telah meningkat tajam sejak puncak konflik Irak tahun 2006-2007, 271 orang tewas pada Maret lalu yang menjadikan bulan itu sebagai bulan paling mematikan sejak Agustus, demikian menurut data AFP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.