19 Orang Tewas Dalam Serangan ke Pengadilan di Somalia

Kompas.com - 15/04/2013, 05:53 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

MOGADISHU, KOMPAS.com — Setidaknya 19 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di ibu kota Somalia, Mogadishu, Minggu (14/4/2013). Enam belas orang, termasuk sembilan penyerang, diyakini tewas setelah orang-orang bersenjata menyerbu gedung pengadilan utama kota.

Setelah itu, sebuah bom mobil meledak di jalan menuju bandara, menewaskan tiga orang termasuk pekerja sosial dari Turki dan seorang penyerang. Kelompok Islam militan al-Shabab menyatakan diri sebagai pelaku serangan tersebut.

Al-Shabab, yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda, telah disalahkan atas serangkaian serangan di Mogadishu dalam dua tahun terakhir. Namun para wartawan mengatakan, kekerasan hari Minggu adalah kekerasan terburuk yang terlihat di kota itu sejak al-Shabab didorong keluar dari kota oleh pasukan Uni Afrika dan Somalia pada Agustus 2011. Kelompok Islamis masih menguasai sebagian besar wilayah pedesaan Somalia.

Wartawan BBC, Mohamed Ibrahim, di tempat kejadian mengatakan, penyusup bersenjata memasuki pengadilan di ibu kota dan mulai menembak, setelah didahului ledakan. Baku tembak pun langsung terjadi antara aparat keamanan dan kelompok penyerang. Saksi mata mengatakan, setidaknya satu bom mobil digunakan dalam serangan itu.

"Orang-orang bersenjata memasuki pengadilan dan kemudian kami mendengar ledakan. Lalu mereka mulai menembaki," ujar Hussein Ali, pekerja di pengadilan, pada kantor berita Reuters. Tentara Uganda ,bagian dari pasukan Uni Afrika yang ditempatkan di Mogadishu, tiba di tempat kejadian tak lama setelah penembakan dimulai.

Pemerintah Somalia mengatakan, sembilan pria bersenjata terlibat dalam aksi penyerangan itu, dan kesemuanya tewas. Enam dari penyerang tewas dengan meledakkan bom yang dipasang pada rompi mereka.

Pekerja sosial dibunuh

Para saksi lain di lokasi kejadian menambahkan, para penyerang mengenakan seragam militer Somalia. Warga dan pekerja yang ada di gedung pengadilan itu berusaha menghindari aksi kekerasan tersebut dengan mendobrak jendela di lantai atas dan menuruni gedung dari sana. Beberapa di antaranya adalah pejabat senior pengadilan.

Wartawan BBC mengatakan, pengadilan ini terletak di salah satu bagian tersibuk kota, dan dipenuhi orang-orang ketika serangan terjadi. Minggu adalah hari kerja normal di Somalia. 

Bom mobil kedua meledak hari itu, di luar gedung pasukan pengamanan permukiman dan di jalan menuju bandara. Kejadian ini bersamaan dengan sebuah konvoi kendaraan yang mengangkut pekerja sosial dari Turki melintas. Dua pekerja sosial tewas.

Presiden Somalia Sheikh Hassan Mohamud mengutuk serangan terbaru ini dan menyebutnya sebagai "hanyalah tanda putus asa teroris". "Somalia bergerak dan akan terus bergerak maju dan tidak akan dicegah [untuk mencapai] sebuah Somalia damai dan stabil oleh (serangan) teroris putus asa," katanya dalam sebuah pernyataan.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X