Kompas.com - 13/04/2013, 17:05 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Sebuah festival dihelat di Ghazni, sekitar 125 kilometer dari ibu kota Afganistan, Kabul, Sabtu (13/4/2013). Festival itu, tulis AP, merupakan bentuk deklarasi kalau Ghazni adalah kota peradaban dan kebudayaan Islam di "Negeri Para Mullah" itu. "Ini kebanggaan Afganistan memiliki kota peradaban dan kebudayaan Islam tahun ini," kata Menteri Kebudayaan dan Informasi Afganistan Syed Makhdoom Raheen.

Sebelumnya, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memang sudah mengumumkan status Ghazni tersebut. Pengumuman itu resmi dinyatakan UNESCO saat konferensi di Libya pada 2007.

Ghazni yang bakal menjadi destinasi wisata itu bermodalkan bangunan-bangunan khas Islam, seperti menara, istana, dan benteng. Dinasti Sultan Mahmud yang berkuasa pada 975-1187 menjadi salah satu ikon khas Islam di Ghazni.

Sementara itu, festival itu mendapat respons kemeriahan dari 2.000 pengunjung, termasuk Wakil Presiden Afganistan Karim Khalili. Hadir pula dalam kesempatan itu para diplomat negara-negara sahabat. Menurut rencana, festival akbar itu akan berakhir pada Jumat (19/4/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.