Kompas.com - 12/04/2013, 16:08 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Badan Intelijen Departemen Pertahanan (DIA), yakin Korea Utara memiliki hulu ledak nuklir yang bisa dipasangkan pada misil yang siap ditembakkan.

Pernyataan DIA ini menambah ketegangan di Semenanjung Korea bersamaan dengan kunjungan Menlu John Kerry ke Korea Selatan. Meski demikian sejumlah pejabat yang mendampingi Kerry menyatakan kemungkinan kecil perang akan pecah.

Keprihatinan utama AS, lanjut pejabat itu, adalah perkembangan yang tak diduga dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang dinilai masih miskin pengalaman itu.

"Usia muda dan minimnya pengalaman Kim Jong Un membuat dia sangat rentan membuat perhitungan yang keliru. Itulah kekhawatiran terbesar AS, yaitu saat dia salah membuat perhitungan," ujar pejabat itu.

"Sejauh ini kami tidak melihat pemindahan pasukan besar-besaran terutama ke perbatasan. Kami juga tidak melihat latihan besar-besaran atau hal-hal lain yang mendukung semua retorika Korea Utara," lanjut dia.

Sementara itu, Menlu John Kerry dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Presiden Park Geung-hye dan komandan tertinggi yang memimpin 28.000 pasukan AS di negeri itu.

Presiden Park, yang telah melakukan pertemuan dengan para petinggi Partai Saenuri, mengatakan ada baiknya Seoul mendengarkan apa yang diinginkan Pyongyang.

"Kami memiliki banyak isu, termasuk kawasan industri Kaesong. Apakah tidak seharusnya kita bertemu mereka (Korut) dan bertanya apa yang mereka inginkan?" kata Park seperti dikutip media lokal.

Sedangkan di Korea Utara, harian pemerintah Rodong Shimbun mengabarkan negeri itu tidak akan menghentikan program persenjataan nuklirnya, demi menahan ambisi invasi militer AS.

"Keinginan Korea Utara untuk memperkuat persenjataan nuklir demi mempertahankan diri sangat kuat," tulis harian corong pemerintah Korut itu.
 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.