Biaya Logistik Indonesia Harus Ditekan

Kompas.com - 11/04/2013, 03:16 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Lebih kurang 32 bulan lagi Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan. Produk Indonesia harus siap bersaing dengan negara ASEAN lain. Tantangan yang dihadapi Indonesia dalam upaya meningkatkan daya saing adalah menekan tingginya biasa logistik.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Rabu (10/4), di Jakarta, mengatakan, tahun 2011 biaya logistik Indonesia mencapai 24,64 persen dari PDB sebesar Rp 1.800 triliun. Biaya logistik Indonesia jauh di atas Amerika Serikat yang hanya 9,9 persen, Jepang 10,6 persen, dan Korea Selatan 16.30 persen.

Menurut survei Logistics Performance Index Bank Dunia tahun 2012, Indonesia menempati peringkat ke 59 atau berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Padahal, 31 Desember 2015, Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai diberlakukan.

”Dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN, akan dibuka pintu untuk negara mana pun di Asia Tenggara mengirimkan barang ke negara ASEAN lainnya dengan tarif nol persen atau sangat minimum,” katanya.

Dengan biaya logistik yang tidak efisien seperti sekarang, bisa dipastikan produk Indonesia akan kalah bersaing. ”Akan banyak produk dari luar negeri yang harus kita konsumsi,” katanya.

Gita mengatakan, tahun 2012 ada sebanyak 650 produk non pangan melanggar aturan masuk ke Indonesia. Dengan kawasan ASEAN yang bebas, peluang itu akan semakin terbuka.

Lebih lanjut Gita mengatakan, sampai saat ini masih banyak yang belum sadar bahwa neraca perdagangan Indonesia dengan negara ASEAN hampir semuanya mengalami defisit.

Menurut Gita, upaya menekan biaya logistik tidak cukup hanya dilakukan dari sisi pasokan, tetapi juga permintaan. Terkait pasokan, bagaimana Indonesia membuat produk yang memiliki daya saing.

Tetapi itu saja tidak cukup. Untuk mengisi pasar Indonesia yang besar, masyarakat juga perlu membangun pola pikir substitusi dalam konsumsi. Seperti halnya dalam mengonsumsi buah.

Tingginya biaya logistik akibat infrastruktur logistik yang masih terbatas. (MAS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.