Iwao Hakamada, 44 Tahun Menanti Hukuman Mati

Kompas.com - 10/04/2013, 22:34 WIB
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com — Tak pernah ada patokan pasti seberapa lama seorang terpidana mati menunggu eksekusi hukumannya. Namun, waktu menunggu yang sudah dihabiskan Iwao Hakamada (77) sangat lama. Sejak divonis hukuman mati, dia sudah menanti pelaksanaan eksekusinya selama 44 tahun 5 bulan.

Iwao Hakamada dijatuhi hukuman mati pada September 1968. Dengan demikian, namanya masuk ke dalam buku rekor Guinness sebagai terpidana mati yang menunggu hukuman paling lama di dunia. Namun, kondisi Hakamada diperburuk dengan munculnya dugaan bahwa pengadilan sudah salah menghukumnya.

Iwao Hakamada dinyatakan terbukti bersalah membakar kediaman pemilik sebuah perusahaan miso—sejenis makanan tradisional Jepang—di Prefektur Shizuoka pada Juni 1966. Dalam kebakaran itu, pemilik rumah dan tiga kerabatnya tewas.

Hakamada, yang pernah menjadi juara tinju, pernah bekerja di perusahaan itu dan diperiksa secara intensif selama 23 hari sebelum akhirnya mengakui perbuatannya. Padahal, pakaian yang ditemukan di lokasi kejadian tidak cocok dengan tubuh Hakamada. Senjata yang diduga digunakan Hakamada pun tidak sesuai dengan luka para korban.

Di pengadilan, Hakamada menarik pengakuannya dan mengatakan, selama diperiksa polisi, dia tidak diberi makan dan minum, dipukuli, serta hanya diperkenankan berbicara dengan pengacaranya sebanyak tiga kali. Namun, pengadilan tetap menjatuhkan hukuman mati kepada Hakamada.

Dua hakim di pengadilan dengan yakin menjatuhkan hukuman mati kepada Hakamada. Sementara itu, hakim ketiga merasakan ada yang salah dengan keputusan itu dan memutuskan mundur dari pekerjaannya lalu menjadi pengacara.

Sang mantan hakim, Norimichi Kumamato, sejak saat itu membantu berbagai upaya banding yang dilakukan tim kuasa hukum Hakamada hingga ke Mahkamah Agung. Sayangnya, semua upaya itu gagal.

Satu permintaan agar kasus itu diperiksa kembali saat ini tengah dipertimbangkan berdasarkan bukti DNA, meski kuasa hukum Hakamada mengakui kondisi mental kliennya menurun drastis. Sejak Agustus 2010, Hakamada menolak bertemu dengan keluarganya.

Kasus Hakamada ini memperkuat kritik Amnesti Internasional kepada Jepang, yang melaksanakan kembali hukuman mati setelah sempat menghentikannya selama 20 bulan. Saat ini terdapat 130 terpidana mati yang menunggu eksekusi.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X