Eks Menteri Kereta Api China Didakwa Korupsi

Kompas.com - 10/04/2013, 17:04 WIB
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com - Mantan Menteri Perkeretaapian China, Liu Zhijun, Rabu (10/4/2013), didakwa melakukan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Penetapan Liu Zhijun sebagai tersangka korupsi ini merupakan ujian pertama Presiden Xi Jinping dalam upaya memberantas korupsi.

Jika tuduhan korupsi ini terbukti, maka Liu terancam hukuman penjara dalam waktu lama atau bahkan hukuman mati. Sebesar apa hukuman Liu akan menjadi indikator keseriusan pemerintah untuk memberantas korupsi, yang merupakan salah satu janji pemerintahan Xi Jinping.

Kelompok penentang pemerintah mengatakan korupsi di China sudah mengakar terlalu dalam sehingga sangat sulit diberantas. Namun, sejumlah orang masih menyimpan harapan dan melihat kemajuan di bawah kepemimpinan Xi Jinping.

"Pemerintahan saat ini menunjukkan determinasi untuk memberantas korupsi. Pemerintah menyadari jika tidak bisa memberantas korupsi maka mereka dalam bahaya," kata Wang Quangji, seorang guru besar di Universitas Yantai, Shandong.

"Siapapun yang berkuasa, memberantas korupsi adalah tugas utama dan terbesar," sambung Wang.

Kantor berita China, Xinhua menyebutkan Liu terlibat upaya memperkaya diri sendiri dan menyalahgunakan wewenang yang berujung pada kerugian publik dan kepentingan negara.

"Sebagai fungsionaris negara, Liu mencari keuntungan dari orang lain dengan menggunakan posisinya. Dia menerima insentif finansial dalam jumlah yang cukup besar dari orang lain," tambah Xinhua.

Sejumlah media lain menyebut Liu mendapatkan uang suap dan menggunakan wewenangnya untuk membantu seorang petinggi sebuah perusahaan investasi mengeruk keuntungan ilegal.

"Kasus dugaan korupsi Liu ini membuktikan adanya masalah dalam sistem pemeirntahan China yang seolah memberi kesempatan setiap orang untuk melakukan korupsi," kata He Weifang, guru besar ilmu hukum di Universitas Peking dan pengkritik sistem pemerintahan.

"Negeri ini memiliki sistem pemerintahan tanpa pers yang bebas, tanpa transparansi pemerintahan, tanpa pengadilan yang independen, dan tidak ada pengawasan dari parlemen," tambah Weifang.

Liu Zhijun, dipecat pada Februari tahun lalu dan kemudian dikeluarkan dari keanggotaan Partai Komunis.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X