Tak Perlu Bergegas Tinggalkan Korut

Kompas.com - 06/04/2013, 13:39 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com —Pihak Korea Utara (Korut) memang sudah menyatakan tidak bisa menjamin keselamatan kantor-kantor kedutaan besar di negara itu. Makanya, sejak kemarin, Pyongyang sudah merilis surat imbauan agar perwakilan negara-negara itu memulangkan para diplomat.

Kendati begitu, tulis AP pada Sabtu (6/4/2013), beberapa negara yang menempatkan perwakilan di Korut malah berpandangan tak perlu bergegas hengkang. Staf media Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Pyongyang, Denis Samsonov, misalnya, mengatakan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan segera menanggapi imbauan tersebut. "Sampai sekarang kami tetap beroperasi seperti biasa,"katanya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Moskwa memang sempat mengatakan bahwa negerinya memilih bersikap hati-hati menanggapi imbauan Korut. Lavrov mengatakan, akan melakukan berbagai klarifikasi rinci hingga sampai pada keputusan meninggalkan Korut. "Banyak faktor yang perlu kami pertimbangkan,"begitu kata Lavrov.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland, juga mengatakan, mengambil langkah hati-hati untuk sampai pada keputusan pergi dari Korut. "Kami akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait," katanya.

Pilihan sama juga diambil oleh Inggris, Perancis, dan Brasil. "Kami menaruh perhatian pada situasi di Korut. Maka, kami terus berkomunikasi dengan Dubes Roberto Colin," kata Menteri Luar Negeri Brasil Antonio Patriota.

Tak cuma negara-negara tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun tidak membuat keputusan untuk segera menarik perwakilannya dari Korut. "Kami tetap menjalankan misi kemanusiaan di Korut,"kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky.

Data termutakhir PBB menunjukkan ada 36 staf internasional dan 21 karyawan lokal PBB di Korut. Mereka bertugas pada tujuh lembaga dan program PBB di negara tersebut.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X