Mesir Minta Hamas Hentikan Serangan

Kompas.com - 06/04/2013, 03:08 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Pemerintah Mesir, seperti dikutip harian Al Quds al-Arabi edisi Jumat (5/4), meminta Hamas menghentikan serangan roket ke Israel. Permintaan itu untuk mencegah ambruknya kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas di Jalur Gaza yang dicapai pada November 2012 dengan mediator Mesir.

Kecemasan akan buyarnya kesepakatan gencatan senjata semakin kuat menyusul milisi Palestina di Jalur Gaza kembali menembakkan tiga mortir ke Israel pascaprosesi pemakaman Maysarah Abu Hamdiyeh, Kamis lalu. Abu Hamdiyeh, yang disekap di penjara Israel selama 11 tahun, wafat Selasa lalu di selnya akibat kanker tenggorokan. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo.

Selasa malam lalu, milisi Palestina yang menyebut dirinya dengan nama Dewan Syura Salafi menembakkan dua roket ke arah wilayah Israel. Kelompok tersebut berdalih serangan roket itu sebagai balasan atas tewasnya Abu Hamdiyeh.

Tekanan Mesir atas Hamas itu memaksa aparat keamanan Hamas menahan sejumlah pengikut Dewan Syura Salafi yang bertanggung jawab atas serangan roket ke wilayah Israel. Aparat keamanan Hamas juga memanggil pimpinan Dewan Syura Salafi, meminta agar mereka bekerja sama memelihara kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Dari tekanan Mesir atas Hamas itu terlihat Kairo berkepentingan memelihara gencatan senjata di Jalur Gaza saat ini. Kondisi dalam negeri Mesir sekarang, baik ekonomi, politik, maupun keamanan, tidak memungkinkan memikul beban kembali terjadinya perang di Jalur Gaza.

Pinjaman dana

Prioritas program Pemerintah Mesir saat ini menciptakan kondisi yang kondusif bagi berhasilnya perundingan Pemerintah Mesir mendapatkan pinjaman dana 4,8 miliar dollar AS dari IMF untuk membantu penyelamatan ekonomi Mesir yang terus terpuruk pascarevolusi.

Pemerintah Mesir dan IMF membuka perundingan itu pekan ini di Kairo. Mesir juga berusaha menarik kembali investor asing ke negara itu. Hal itu membutuhkan stabilitas di dalam negeri dan wilayah sekitarnya.

Pemerintah Mesir telah membantu terpilihnya kembali Khaled Meshaal sebagai kepala biro politik Hamas pada Senin malam lalu untuk menjaga stabilitas internal Hamas.

Di Jalur Gaza, pemerintah Hamas meminta lembaga PBB untuk urusan pengungsi (UNRWA) kembali membuka kantornya dan memulai aktivitas membantu para pengungsi. UNRWA menutup kantornya setelah sejumlah pengunjuk rasa dari warga Palestina mendobrak kantor tersebut, Kamis lalu.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.