Tahun 2025, 30 Persen Penduduk Dunia Hipertensi

Kompas.com - 05/04/2013, 04:10 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Hipertensi atau dikenal sebagai tekanan darah tinggi menjadi ancaman global. Tahun 2025, 30 persen penduduk dunia diperkirakan menderita hipertensi.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam temu media terkait peringatan Hari Kesehatan Sedunia, Kamis (4/4), di Jakarta, mengatakan, berdasar data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2011, pada 2025 diperkirakan 1 miliar penduduk dunia menderita hipertensi. Dua pertiga jumlah itu tinggal di negara berkembang, termasuk Indonesia.

”Berdasar Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi Indonesia 31,7 persen, atau 1 dari 3 orang mengalami hipertensi. Namun, 75 persen penderita hipertensi tidak tahu apabila mereka menderita hipertensi,” kata Tjandra.

Hipertensi adalah keadaan di mana tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg. Berdasarkan Data Statistik Kesehatan Dunia WHO tahun 2012, hipertensi menyumbang 51 persen kematian akibat stroke dan 45 persen kematian akibat jantung koroner. Hipertensi yang tidak diobati dapat menyebabkan kebutaan, irama jantung tidak beraturan, dan gagal jantung.

Prevalensi penderita hipertensi cenderung meningkat, kata Tjandra. Hipertensi menjadi ancaman bagi pembangunan dan ekonomi negara. Karena itu, upaya untuk pencegahan terhadap kesakitan dan kematian akibat hipertensi terus dilakukan.

”Untuk mencegah dan mengontrol hipertensi, setiap orang perlu memeriksa tekanan darah secara rutin. Bagi mereka yang menderita hipertensi, perlu diberi obat sesuai kondisinya,” kata Tjandra.

Kepala Perwakilan WHO Indonesia Khancit Limpakarnjanarat mengatakan, hipertensi adalah penyakit laten yang mematikan. Tanpa gejala apa-apa, hipertensi dapat mengakibatkan kematian. Di Asia Tenggara, 1,5 juta orang per tahun meninggal akibat hipertensi.

”Untuk mencegah, perlu dibiasakan pola makan sehat dengan menghindari makanan yang banyak mengandung garam, gula, dan lemak, olahraga teratur, mengurangi konsumsi alkohol, dan tak merokok,” katanya.

Terkait Hari Kesehatan Sedunia yang tahun ini mengangkat tema ”Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah”, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan gerakan pengukuran tekanan darah bagi masyarakat pada 7-14 April. Pengukuran tekanan darah terutama bagi individu berusia 18 tahun ke atas, di berbagai fasilitas kesehatan secara gratis.

Saat ini, Kementerian Kesehatan telah melatih tenaga kesehatan dari 17 provinsi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi. (DOE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.