Kompas.com - 04/04/2013, 14:46 WIB
EditorEgidius Patnistik

NABLUS, KOMPAS.com  Pasukan Israel menembak mati dua remaja Palestina dalam bentrokan di Tepi Barat. Demikian kata para pejabat, Kamis (4/4/2013). Peristiwa itu meningkatkan ketegangan jelang pemakaman seorang tahanan yang meninggal di Israel, Selasa lalu.

Bentrokan pada Rabu malam di Tulkarem, Tepi Barat bagian utara, terjadi sehari setelah protes penuh kekerasan di seluruh Tepi Barat, di mana aksi mogok umum dilakukan setelah kematian seorang tahanan, Maisara Abu Hamdiyeh, di penjara Israel.

Militer Israel mengatakan, para tentara menembaki para perusuh yang melemparkan bom bensin ke sebuah pos militer di Tulkarem pada Rabu malam. Para pejabat keamanan Palestina mengatakan, Amer Nassar (16 tahu) tewas oleh tembakan di kepala, sementara mayat sepupunya yang berumur 17 tahun, Naji Balbisi, ditemukan di lokasi itu saat fajar menyingsing pada Kamis dengan luka di dada.

Saat kemarahan warga Palestina di titik didih, kaum militan di Jalur Gaza, Kamis pagi, menembakkan mortir ke Israel selatan. Demikian kata radio publik Israel. Tentara Israel mengonfirmasi tembakan itu, tetapi tidak bisa memastikan apakah itu sebuah mortir atau roket. "Ini sebuah proyektil yang digunakan militer," kata seorang juru bicara militer kepada AFP. Ia menambahkan, tembakan itu tidak menimbulkan korban atau kerusakan.

Kematian Abu Hamdiyeh pada Selasa pagi setelah berjuang dengan kanker tenggorokan telah memicu kemarahan di wilayah Palestina. Di kota kelahirannya, di Hebron di Tepi Barat bagian selatan, sekolah-sekolah, toko-toko, dan kantor-kantor ditutup pada Rabu dan para pemuda yang melemparkan batu bentrok dengan tentara di pusat kota itu.

Aksi mogok hari Rabu juga terjadi di seantero Nablus dan Yerusalem timur, tetapi tidak berlaku sepenuhnya di Ramallah dan Jalur Gaza. Demikian kata sejumlah koresponden kantor berita AFP. Ribuan tahanan di penjara-penjara Israel juga menolak sarapan mereka sebagai bagian dari protes massal itu. Demikian kata Lembaga Pemasyarakatan Israel.

Kepemimpinan Palestina telah menuduh Israel melakukan kelalaian medis sehingga menyebabkan kematian Abu Hamdiyeh.

Isu warga Palestina dipenjara oleh Israel sangat sensitif dan sering memicu demonstrasi massal di seluruh wilayah yang sering berkembang menjadi bentrokan penuh kekerasan dengan militer Israel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.