Kompas.com - 04/04/2013, 00:53 WIB
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com — Sekitar 600 warga Eropa bergabung dengan pasukan pemberontak untuk berjuang menghadapi pasukan pemerintah di Suriah, menurut penelitian di Inggris.

Pusat penelitian King's College di London menyebutkan, mereka yang bergabung dengan pasukan pemberontak Suriah berasal dari 14 negara, termasuk dari Perancis, Jerman, Inggris, dan Belanda.

Penelitian yang diterbitkan di International Centre for the Study of Radicalisation (ICSR) di King's College menyebutkan, para warga tersebut paling banyak berasal dari Inggris, Perancis, dan Belgia.

"Antara 140 dan 600 warga Eropa bertolak ke Suriah sejak awal 2011," kata peneliti Aaron Zelin.

Ia mengatakan, sekitar 400 di antaranya masih berada di Suriah.

ICSR menghitung jumlah itu berdasarkan 250 pengumuman yang diterbitkan di situs-situs jihad dan di ratusan media Arab dan Barat. 

Tidak semua ekstremis Muslim

"Seperti konflik-konflik sebelumnya, gambaran yang ada masih jauh dari selesai dan mungkin tetap belum jelas dalam beberapa tahun ke depan," kata Zelin.

Zelin juga mengatakan tidak semua warga asing yang perang di Suriah adalah ekstremis Muslim.

"Tidak semua dari mereka yang bergabung dengan pemberontak Suriah adalah Al Qaeda dan hanya sejumlah kecil yang mungkin terlibat terorisme setelah kembali ke Eropa," katanya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.