Kompas.com - 03/04/2013, 01:11 WIB
EditorErvan Hardoko

JERUSALEM, KOMPAS.com — Militan di Gaza menembakkan roket ke wilayah selatan Israel, Selasa (2/4/2013), beberapa jam setelah tewasnya tahanan Palestina akibat kanker saat masih berada dalam penjara.

Menurut sejumlah saksi mata, tiga kali tembakan mortar diarahkan ke Israel, meski militer Israel menyatakan hanya satu tembakan yang mendarat di wilayah negara Yahudi itu tanpa menyebabkan korban.

Meninggalnya Maisara Abu Hamdiyeh (63) dari sebuah penjara di Hebron akibat kanker tenggorokan menimbulkan kemarahan warga Palestina yang menyalahkan Israel karena dianggap menghambat upaya pengobatannya.

"Pemerintah Israel dengan keras kepala dan arogan menolak merespons upaya Palestina untuk menyelamatkan nyawa tahanan," kata Presiden Mahmoud Abbas kepada kader-kader faksi Fatah di wilayah kota Tepi Barat, di Ramallah.

Pada Selasa pagi, sipir penjara Israel menembakkan gas air mata untuk membubarkan keributan yang dilakukan para tahanan Palestina sebagai bentuk protes atas tewasnya Hamdiyeh.

Di Penjara Ramon yang terletak di Israel selatan itu, para tahanan melempar barang-barang ke arah penjaga yang dibalas dengan semburan gas air mata, kata juru bicara penjara tersebut. 

Disiksa dan diinterogasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hamdiyeh adalah tahanan kedua yang tewas di penjara Israel dalam dua bulan ini. Tahanan lain, Arafat Jaradat (30), juga tewas dalam penjara Israel setelah diinterogasi pada Februari lalu.

Menurut Pemerintah Palestina, Jaradat disiksa dalam interogasi itu hingga tewas. Tudingan ini dibantah Israel.

Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ia melihat perkembangan situasi ini "dengan kekhawatiran besar" dan memperingatkan Israel bahwa mereka akan "menyesali keputusannya".

Saat ini Israel menahan 4.800 warga Palestina yang sebagian besar ditahan karena melakukan atau merencanakan serangan anti-Israel.

Israel juga menahan 178 tahanan "administratif" yang ditahan tanpa pengadilan dengan dakwaan sebagai anggota kelompok militan, yang dapat diperbarui dalam periode tiga hingga enam bulan dengan dasar "bukti rahasia".

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.