Kompas.com - 02/04/2013, 09:01 WIB
EditorEgidius Patnistik

Lebih dari 6.000 orang tewas di Suriah selama bulan Maret, yang menurut para aktivis, merupakan jumlah korban tewas terbanyak sejak protes anti-pemerintah digelar dua tahun silam.

Lembaga pengamat persoalan HAM Suriah, SOHR, yang bermarkas di Inggris, mengatakan, korban tewas di Suriah pada bulan Maret lebih dari 6.000 orang. Korban tewas termasuk sedikitnya 291 kaum perempuan, 298 anak-anak, 1.486 orang dari kelompok pemberontak dan tentara pembelot, serta 1.464 orang dari pasukan Pemerintah Suriah.

Korban tewas lainnya adalah warga sipil dan kelompok pemberontak yang tidak dikenal.

Sulit terdokumentasi

Kelompok anti-pemerintah, yang memonitor dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan kedua pihak di seluruh wilayah Suriah, mengatakan, korban tewas jauh lebih tinggi dari angka 62.554.

"Kami memperkirakan jumlah yang tewas mencapai 120.000 orang," kata Rami Abdelrahman, pimpinan kelompok pemberontak, kepada Kantor berita Reuters.

"Banyak korban tewas yang sulit terdokumentasi sehingga kami tidak memasukkannya dalam daftar resmi."

PBB mengatakan, lebih dari 70.000 orang tewas semenjak aksi pemberontakan melanda Suriah dua tahun silam.

Pergerakan media asing dan independen organisasi hak asasi manusia telah sangat dibatasi di dalam negeri, membuat verifikasi jumlah korban hampir mustahil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X