Penipuan Tas Oleh Wanita Asia di Melbourne - Kompas.com

Penipuan Tas Oleh Wanita Asia di Melbourne

Kompas.com - 27/03/2013, 18:21 WIB

MELBOURNE, KOMPAS.com - Polisi Australia sedang mencari sejumlah wanita asal Asia yang melakukan penipuan serta pencurian uang dan perhiasan di kawasan bisnis utama Melbourne, sebagai bagian dari penipuan bernilai 1 juta dolar (lebih dari Rp 10 miliar).

Dalam praktiknya, para wanita Asia mengyakinkan korbannya yang juga orang Asia bahwa mereka kemasukan roh jahat. Untuk membantu mengusir roh tersebut, para wanita ini akan mendoakan tas yang berisi uang dan perhiasan. Pelaku kemudian memberitahu korban untuk tidak melihat tasnya selama beberapa waktu. Ketika mereka melihat kembali, perhiasan dan benda berharga di dalam tas sudah hilang.

Menurut laporan smh.com.au, diperkirakan jumlah penipuan ini sudah mencapai 1 juta dolar, dan juga terjadi di kota-kota lain seperti San Francisco, Honolulu (AS) dan Vancouver (Kanada).

Polisi menyebutkan, kelompok ini bekerja secara bertiga. Mereka masing-masing mencari korban secara terpisah. Polisi dilaporkan sedang menyelidiki penipuan yang berlangsung antara bulan Agustus dan November tahun lalu, serta insiden terbaru di Melbourne dan Glen Waverley.

Insiden terbaru terjadi 12 Maret lalu di Melbourne. Menurut polisi, tiga wanita mendekati seorang wanita di Spencer Street pukul 12.30 siang. Para wanita ini memulai percakapan dengan korban dan memaksa korban untuk duduk. Pelaku kemudian "menggerayangi" korban, dan mencuri uang tunai dan perhiasan, setelah mengyakinkan korban bahwa dia harus melepaskan perhiasan guna menghindari terjadinya sesuatu yang buruk bagi keluarganya.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L Sastra Wijaya, insiden kedua terjadi di Glen Waverley 26 Januari. Dua wanita dilaporkan mendekati korban di sebuah pusat perbelanjaan sekitar pukul dua sore. Pelaku penipuan berhasil mengyakinkan korban untuk pergi ke sinshe China, dan mereka berjalan ke pusat parkir.

Di tengah jalan, mereka didekati oleh wanita ketiga, yang mengatakan kepada korban bahwa dia bisa mendoakan perhiasan yang dimilikinya. Sang korban kemudian pulang ke rumah untuk mengambil uang dan perhiasan.

Dia kembali ke tempat parkir untuk menyerahkan perhiasan dan uang kepada dua wanita penipu tersebut. Sebagai gantinya, sang korban diberi sebuah tas dan disuruh pulang dan tidak boleh membuka tas tersebut selama 49 hari, bila tidak ingin terkena bala.

Polisi mengatakan, para wanita penipu ini adalah keturunan Asia, berusia antara 40-50 tahun dan berbicara dalam bahasa Mandarin atau Cantonese. Polisi sekarang sudah mengeluarkan rekaman CCTV agar masyarakat bisa membantu memberi informasi mengenai pelaku penipuan tersebut.

 


EditorAgus Mulyadi
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X