Kompas.com - 27/03/2013, 18:02 WIB
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi, Rabu (27/3/2013), menghukum pancung seorang terpidana kasus pembunuhan asal Yaman, lalu menyalibkan tubuhnya. Pria Yaman itu terbukti membunuh sorang warga negara Pakistan, demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

"Warga negara Yaman, Mohammed Rashad Khairi Hussein, terbukti membunuh Pashteh Sayed Khan asal Pakistan, setelah menyodomi dia," demikian pernyataan pemerintah Arab Saudi yang dikutip kantor berita SPA.

Selain membunuh dan melakukan sodomi, warga negara Yaman itu juga terbukti melakukan serangkaian penyerangan dan perampokan.

Eksekusi mati itu dilakukan di kota Jizan, wilayah selatan Arab Saudi. Sementara itu, penyaliban tubuh si terpidana merupakan hukuman bagi kejahatan yang dianggap sangat serius dan kejam.

Dengan eksekusi terhadap warga Yaman ini, maka dalam tiga bulan pertama 2013, Arab Saudi sudah melakukan hukuman pancung terhadap 28 orang terpidana mati.

Pada 2012, Arab Saudi menghukum mati 76 orang. Menurut hukum Arab Saudi, para pelaku pemerkosaan, pembunuhan, kemurtadan, perampokan bersenjata, dan penyelundupan senjata dijatuhi hukuman mati.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.