Kompas.com - 24/03/2013, 11:40 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

SYDNEY, KOMPAS.com — Sebuah studi di Australia yang mengajarkan para lansia untuk menggunakan program seperti Facebook mengatakan, media sosial sangat berguna mengurangi perasaan terisolasi dan kesepian di kalangan lansia tersebut.

Para peneliti dari proyek Menghubungkan Para Lansia (Connecting Older Adults) mengatakan juga bahwa meskipun teknologi ini membantu kelompok lansia Australia tinggal di rumah mereka sendiri lebih lama, sebagian masih merasa terisolasi dari masyarakat.

Tim dari Universitas Sydney telah melatih lebih dari 150 orang lansia untuk menggunakan Twitter, Facebook, dan Skype, serta mengecek kemajuan mereka selama enam bulan secara teratur.

"Berdasarkan latihan yang mereka dapat, para lansia ini mengatakan teknologi yang ada bermanfaat bagi mereka untuk mengurangi perasaan kesepian dan berhubungan dengan orang lain," kata Prof Robert Steele, peneliti utama proyek tersebut.

Menurut laporan ABC, salah seorang peserta, Mila Pinko (67) dari Sydney, mengatakan bahwa media sosial ini membuat dia merasa menjadi bagian dari masyarakat. "Saya tidak merasa kesepian, tidak merasa depresi," katanya.

Pinko mengatakan sejak mendapat pelatihan, dia menggunakan media sosial setiap hari. "Mereka mengajarkan Facebook dan Twitter, hal yang belum pernah saya sentuh sebelumnya," kata Pinko lagi. "Dengan Skype, itu sangat membantu karena saya bisa mengirim file, dan juga bisa berbicara, bisa mengirim dan menerima foto."

"Facebook, saya mulai menggunakannya untuk mengirim file video atau foto yang besar, dan tetap berhubungan dengan sanak saudara atau teman." "Bila saya ingin tahu apa yang terjadi dengan teman-teman saya, saya akan melihat halaman Facebook teman-teman," lanjut Pinko. Ia menggunakan Skype untuk berkomunikasi dengan putra dan cucunya yang tinggal di luar negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam sehari, saya bisa mendapatkan empat atau lima panggilan lewat Skype. Fantastis. Saya bisa melihat gambar anak-anak dari teman-teman dan cucu mereka," katanya. Internet menurut Pinko membuatnya bisa berhubungan lagi dengan teman-teman lama. "Tahun ini, berarti sudah 50 tahun saya tamat dari sekolah. Namun, kami berhasil mengadakan kontak lagi dan saling melihat lewat Skype."

Menurut ABC, dalam enam bulan, tim dari Universitas Sydney mengukur tingkat kesepian sebelum dan sesudah menggunakan sosial media. "Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka merasa tidak lagi kesepian. Sebanyak 80 persen dari peserta mengatakan akan terus menggunakan media sosial setelah masa percobaan selesai," kata Prof Steele.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, proyek Menghubungkan Para Lansia ini adalah proyek yang dibiayai oleh Departemen Pelayanan Keluarga dan Masyarakat Australia. Komisioner Diskriminasi Umur Federal Susan Ryan berharap Pemerintah Australia memberikan subsidi sehingga para lansia bisa memiliki akses internet di rumah-rumah mereka.

"Mereka yang berusia 70, 80, atau 90-an tidak tumbuh bersama komputer. Mereka mungkin sudah pensiun ketika komputer menjadi bagian dominan dalam kehidupan kantor, jadi mereka kurang percaya diri," kata Ryan.

"Mereka hanya perlu sedikit latihan, dan banyak contoh menunjukkan bahwa bahkan ketika berusia 90-an pun, mereka bisa menguasai komputer," tambah Ryan. Penelitian oleh Universitas Sydney hanya memberikan pelatihan sosial media selama enam jam. Namun, para lansia ini sendiri terkejut mereka sendiri begitu cepat bisa menguasai komputer.

"Pada awalnya saya takut, saya akan menekan tombol yang salah, tetapi ternyata sederhana dan mudah. Saya rasa kalau saya bisa melakukannya, siapa saja akan bisa," kata Pinko. 



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X