Korea Selatan Yakin Serangan Didalangi Pyongyang

Kompas.com - 22/03/2013, 03:10 WIB
Editor

Seoul, Kamis - Korea Selatan meyakini, serangan peretas (hacker) yang melumpuhkan puluhan ribu unit komputer dan memacetkan sistem operasi perusahaan media serta bank di Seoul sejak Rabu (20/3) dikendalikan dari Pyongyang. Meski bukan pernyataan resmi Pemerintah Korea Selatan, mayoritas pengamat dan ahli teknologi informasi sependapat, para peretas Korea Utara-lah yang bertanggung jawab.

Sejauh ini, serangan siber ini tidak memengaruhi aktivitas pemerintahan dan militer Korea Selatan (Korsel). Namun, serangan terbaru yang cukup merepotkan kalangan bisnis media dan perbankan ini menimbulkan spekulasi baru mengenai keamanan sistem jaringan komputer Korsel dari serangan peretas.

Kemarin, investigasi pemerintah berhasil melacak sumber serangan. Sumber resmi pemerintah mengatakan bahwa alamat internet protocol (IP address) berada di China, sekutu politik Korea Utara (Korut).

”Peretas yang tidak teridentifikasi menggunakan IP address China, yang membuat sistem komputer di enam perusahaan media lumpuh, termasuk dua bank besar,” papar pejabat komunikasi Korsel, Park Jae-moon.

Serangan peretas pada Rabu lalu setidaknya melumpuhkan 32.000 unit komputer di tiga perusahaan penyiaran, yakni YT, MBC, dan KBS. Sementara dua bank yang diserang adalah Shinhan Bank dan NongHyup Bank.

Tuduhan Korsel tampaknya, selain dari hasil pelacakan IP address dari China, juga dari pengalaman sama yang dialami Seoul pada serangan siber tahun 2009 dan 2011.

Dugaan kuat serangan didalangi Pyongyang juga disebabkan tensi politik yang meninggi dalam satu bulan terakhir di semenanjung Korea. Korut mengumbar ancaman kepada Seoul dan Amerika Serikat menyusul sanksi PBB atas kegiatan Korut melakukan tes nuklir, medio Februari lalu.

Menurut Jang Se-yun, mantan anggota militer Korut yang khusus mendidik para peretas di Universitas Mirim dan menyerang Seoul pada 2008, pihak Utara memiliki sekitar 3.000 peretas terlatih, termasuk 600 peretas profesional. Universitas Mirim, almamater Jang, didirikan pada 1980 untuk menyokong program otomatisasi militer Korut. Universitas ini memiliki kelas khusus peretas profesional.

Pengamat mengatakan, Korut tak punya cukup anggaran untuk membuat senjata modern sehingga memilih fokus berperang di dunia maya. (AP/AFP/joy)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X