Kompas.com - 21/03/2013, 12:11 WIB
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com - Seekor tikus diduga menjadi penyebab padamnya listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima yang sebelumnya rusak akibat tsunami kata perusahaan pengelola pembangkit itu, Tokyo Electric Power Co (Tepco).

Menurut Tepco tikus diduga menyebabkan terjadinya hubungan arus pendek pada sebuah papan kendali (switchboard), sehingga terjadilah pemadaman.

Padamnya listrik di pembangkit itu bisa menyebabkan terputusnya aliran yang dipakai untuk mendinginkan kolam pembangkit nuklir yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan kebocoran.

"Kami sangat menyesalkan menyebabkan publik khawatir, tetapi sistem sudah pulih kembali," kata juru bicara Tepco Masayuki Ono seperti dikutip kantor berita AFP.

Dua tahun sebelumnya akibat gempa bumi besar tsunami terjadi dan listrik yang tidak berfungsi menyebabkan terjadinya kebocoran kolam pembangkit.

Masalah ini baru berhasil diatasi Desember 2011 dan krisis pada Senin lalu adalah yang pertama kali sejak saat itu dimana banyak fasilitas juga harus menjadi korban akibat pemadaman kata Tepco.

Terputusnya aliran listrik memutus pula pasokan listrik menuju sistem pendingin di reaktor 1, 3 dan 4 pada Senin (18/3/2013) malam, meskipun reaktornya sendiri tidak terkena dampak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Air yang dipakai sebagai sistem pendingin -namun masih sangat mengandung zat radioaktif- gagal berfungsi dan teknisi harus bekerja keras selama 30 jam untuk memperbaikinya. 

Namun sistem pendingin akhirnya pulih kembali pada Selasa (19/3/2013) pagi kata Tepco.  Petugas menemukan bekas terbakar pada papan atur dan seekor tikus berukuran 15cm mati di dekatnya.

Tepco menunjukkan foto bangkai hewan ini di dalam unit papan aturnya.

Pengamat menyebut insiden ini menunjukkan betapa rawannya upaya penyela matan Fukushima dua tahun lalu yang akhirnya menyebabkan terlepasnya radiasi ke wilayah sekitar.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.