Kompas.com - 21/03/2013, 04:24 WIB
EditorFarid Assifa

DENVER, KOMPAS.com — Kepala sistem penjara Colorado tewas ditembak di rumahnya. Polisi setempat mengatakan bahwa korban kemungkinan sebelumnya memang telah menjadi target penembakan.

Penembakan itu terjadi beberapa jam sebelum gubernur negara bagian Colorado, pada Rabu (20/3/2013), menandatangani undang-undang baru soal pengendalian senjata api yang dipicu oleh penembakan massal mematikan di Colorado dan tempat-tempat lainnya.

Polisi mengatakan Tom Clements (58), yang dua tahun lalu ditunjuk sebagai direktur eksekutif Departemen Lembaga Pemasyarakatan Colorado, ditembak pada Selasa malam di rumahnya di wilayah hutan terpencil di dekat kota indah, Monumen, yaitu 72 kilometer sebelah selatan Denver.

Pembunuhan itu tidak terlihat terkait dengan perampokan, kata juru bicara Kepolisian El Paso, Letnan Jeff Kramer. Ia mengatakan penembakan itu tidak terlihat sebagai kasus acak.

"Kami merasa kasus ini menyangkut jabatan tinggi yang dijalani Bapak Clements, dan ada orang-orang yang kemungkinan menjadikannya sebagai target (penembakan) karena jabatannya," kata Kramer dalam sebuah pernyataan.

Clements bertugas selama 31 tahun di Departemen Lembaga Pemasyarakat Missouri, di mana ia menjadi pejabat tinggi tingkat kedua. "Kediaman Clements tidak berada di jalan raya utama," kata Kramer. "Tidak ada alasan untuk berada di jalanan tersebut, kecuali ada suatu keperluan."    

Kramer mengatakan bahwa menurut catatan panggilan bantuan darurat kepada 911, Clements ditembak setelah membuka pintu rumah karena ada bel panggilan. Ia ditemukan tewas oleh para deputi sheriff yang tiba di lokasi.

Para petugas pada Selasa malam mulai mencari si penyerang, tetapi hingga Rabu pagi tidak ada orang yang dinyatakan sebagai tersangka, kata Kramer.

Ia mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki laporan seorang tetangga yang melihat adanya kendaraan boks dua pintu tanpa penumpang di dekat rumah, sekitar 15 menit sebelum adanya panggilan pertama yang diterima 911.    

Mobil yang sama dilaporkan terlihat beberapa saat kemudian meninggalkan lokasi dengan satu orang tidak teridentifikasi berada di dalamnya, ujar Kramer.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.