Kompas.com - 20/03/2013, 10:21 WIB
EditorEgidius Patnistik

Anggota parlemen AS akan mengesampingkan rencana larangan penggunaan senapan serbu di masyarakat dalam rancangan undang-undang pengendalian senjata di negara itu. Keputusan ini memupuskan harapan publik yang ingin melihat aturan tersebut dimasukkan dalam undang-undang.

Pelarangan penggunaan senapan serbu merupakan salah hal pokok yang diusulkan untuk dilarang pasca kejadian penembakan di sebuah sekolah dasar belum lama ini.

Senator dari kubu Partai Demokrat, Dianne Feinstein mengatakan usulannya tentang pelarangan penggunaan senjata serbu telah diabaikan. Sementara pemimpin Demokrat di Senat, Harry Reid mengatakan usulan itu tidak mendapat cukup suara dukungan.

"Saya sangat menyesali hal ini," kata Senator Feinstein. "Saya telah mencoba melakukan apa yang saya bisa."

Dia mengatakan kedepan kemungkinan akan mengajukan usulan serupa tentang pelarangan senapan serbu ini sama seperti sebelumnya untuk mengubah rancangan undang-undang tentang pengendalian senjata.

Kekuatan Lobi

Namun sejumlah analis meragukan upayanya ini, mereka mengatakan Feinstein membutuhkan dukungan paling tidak 60 dari 100 suara anggota senat yang ada untuk melakukan amandemen tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usulan tentang pelarangan penggunaan senjata serbu di AS mencuat setelah peristiwa pembantaian yang menewaskan 26 orang termasuk anak-anak di sebuah sekolah dasar di Newtown, Connecticut pada Desember tahun lalu. Pelaku pembantaian saat itu diketahui melakukan aksinya dengan menggunakan senapan serbu.

Peristiwa itu jugalah yang kemudian mendorong Washington untuk melarang penggunaan senjata model tersebut.

Belakangan rencana pemerintah AS untuk melarang penggunaan senjata serbu ternyata mendapat tentangan dari sebagian kelompok.

Kelompok lobi berpengaruh yang mendukung penggunaan senjata, Asosiasi Senjata Nasional telah melakukan tekanan kepada anggota parlemen untuk melakukan perlawanan terhadap usulan pemerintah AS.

Padahal di dalam jajak pendapat terakhir menunjukkan sebagian besar warga AS setuju terhadap aturan yang melarang penggunaan senjata serbu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X