Kompas.com - 19/03/2013, 13:57 WIB
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Serangkaian serangan bom dan penembakan, terutama di kawasan minoritas syiah di Baghdad, Irak, Selasa (19/3/2013), menewaskan 22 orang. Demikian pernyataan pejabat setempat.

Di malam menjelang peringatan 10 tahun invasi AS ke Irak, setidaknya tujuh bom mobil dan dua penembakan itu juga melukai sekurang-kurangnya 88 orang. Namun, Pemerintah Irak khawatir jumlah korban akan terus bertambah.

Seusai serangan, pasukan keamanan memperketat pengamanan di pos-pos pemeriksaan dan menutup sejumlah jalan protokol. Akibatnya, kemacetan arus lalu lintas yang terjadi setiap pagi di Baghdad semakin parah.

Sejauh ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian aksi bom mobil dan penembakan itu. Namun, kelompok militan Suni kerap menjadikan warga minoritas Syiah menjadi sasaran serangan.

Masa menjelang peringatan terhadap invasi AS ke Irak, yang dimulai pada 2003 lalu, telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Sepanjang sepekan terakhir setidaknya 76 orang tewas.

Sejak pasukan AS ditarik mundur, para pejabat Irak dan AS yakin tentara dan kepolisian Irak bisa menjaga keamanan dalam negeri. Namun, pasukan Irak belum penuh menjaga perbatasan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.