Kompas.com - 17/03/2013, 10:01 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

Beberapa menyarankan dia menggunakan saja nama sebagai Paus Klemen XV, melanjutkan nama Paus Klemen XIV, yang pernah menekan Ordo Jesuit pada tahun 1773.

Dia mengklarifikasi bahwa nama yang dia usung adalah Fransiskus Asisi. Almarhum Paus Yohanes Paulus II sendiri pernah menyatakan, Santo Fransiskus Asisi sebagai ikon pencinta lingkungan hidup. Fransiskus Asisi adalah orang yang hidup miskin dan meninggalkan keluarganya yang kaya-raya demi ketuhanan.

Dalam perkembangan lain, Vatikan pada hari Sabtu kemarin menyatakan untuk sementara Paus Fransiskus telah mengganti semua Kuria Roma, komposisi hierarki di Tahta Suci Vatikan, yang mendapatkan banyak kritikan. "Bapak Suci menginginkan masa refleksi, doa, dan dialog sebelum nominasi dan konfirmasi definitif berlangsung kelak," demikian pernyataan Vatikan.

Marco Politi, seorang analis dan penulis biografi Paus Emeritus Benediktus XVI, mengatakan, adalah sesuatu yang jelas bahwa Paus Fransiskus, pemilik kekuasaan absolut, ingin memimpin dengan gaya merangkul dan bahu membahu bersama para petinggi gereja.

"Gereja akan dipimpin Paus bersama dengan para uskup. Ini yang akan kita lihat dalam bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan," kata Politi, yang mengindikasikan kepausan sekarang akan membuka ruang konsultasi dan dialog.

Dalam bahasa Italia yang unik, dia meminta para pemimpin Katolik memancarkan kemuliaan dan melakukan pembaruan spiritual gereja hingga akhir hayat, atau berisiko menjadi tidak lebih dari sekadar sebuah karitas tanpa fondasi spiritual. Gereja telah ditandai dengan sejumlah skandal yang dilakukan oknum-oknum gereja. Makin banyak fenomena penurunan spiritual di internal dan juga di kalangan umatnya.

Kepada para wartawan, dia meminta agar gereja tidak dipandang sebagai entitas politik semata tetapi juga sebagai institusi spiritual. Para wartawan juga diminta melihat esensi institusi ini, dengan segala keagungannya dan mungkin juga kesalahan-kesalahannya. Dengan kata lain para wartawan secara implisit diminta memberitakan Tahta Suci Vatikan, dengan cara yang sedikit berbeda seperti saat memberitakan pemerintahan negara biasa. Pemilihan paus misalnya, jelas sangat berbeda dengan pemilihan pemerintahan di banyak negara.

"Gereja eksis untuk mengkomunikasikan hal ini, kebenaran, ketuhanan dan personanya yang agung. Kita diminta bukan mengomunikasikan diri kita tetapi mengomunikasikan trio mendasar ini," kata Paus Fransiskus.

Agaknya Paus Fransiskus meminta, agar ada rasa khusus yang harus menjadi pegangan saat menuliskan dan memberitakan Tahta Suci Vatikan, yang juga berdiri sebagai sebuah negara tetapi sama sekali tidak serupa dengan pemerintahan umumnya. Para wartawan memiliki apresiasi positif terhadap Paus baru ini. "Simpel, simpati, sangat menyentuh," demikian Iacopo Scaramuzzi, seorang koresponden kantor berita Italia TMNews yang bertugas di Vatikan, saat melukiskan suasana perasaannya.

Alessandro Forlani, wartawan radio Italia, RAI, juga memiliki kesan baik soal Paus Fransiskus. "Dia memiliki rasa dalam berkomunikasi. Ada semangat Santo Fransiskus Asisi dalam dirinya. Saya meminta agar saya, istri dan anak saya di rumah diberkati. Dia bahkan mengatakan, berkat juga diberikan kepada hewan peliharaan di rumah saya," ucap Forlani, mengingatkannya pada Santo Fransiskus Asisi, yang juga mencintai alam, tumbuh-tumbuhan dan hewan. (SIMON SARAGIH)

 

Sumber: REUTERS/AP/AFP

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X