Kompas.com - 16/03/2013, 03:12 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Serangan-serangan pesawat tak berawak AS terhadap Taliban dan Al Qaeda dituding melanggar kedaulatan Pakistan. Pemerintah negara itu secara terang-terangan mengecam operasi tersebut.

Pakistan berulang kali mengecam serangan-serangan pesawat tak berawak AS dan menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang mengobarkan sentimen anti-Amerika. Namun, seperti dilaporkan AFP, dari dokumen diplomatik yang bocor, didapatkan beberapa pemimpin Pakistan diam-diam merestui operasi tersebut.

Utusan khusus PBB yang menangani pemberantasan terorisme dan hak asasi manusia, Ben Emmerson, mengunjungi Islamabad pekan ini sebagai bagian dari penyelidikan atas jatuhnya korban-korban sipil dalam serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan. "Posisi Pemerintah Pakistan sangat jelas. Mereka tidak menyetujui penggunaan pesawat tak berawak oleh AS di wilayah mereka dan menganggap hal ini sebagai pelanggaran kedaulatan Pakistan," kata Emmerson.

Dalam pernyataan yang dirilis setelah kunjungan tersebut, Emmerson menyatakan penggunaan kekuatan senjata di wilayah suatu negara tanpa persetujuan negara tersebut merupakan pelanggaran. "Karenanya, (serangan pesawat tak berawak AS) itu melanggar kedaulatan Pakistan," tegas dia.

Emmerson, seorang pengacara Inggris, mengatakan, pada Januari, perluasan operasi pesawat tak berawak dan peningkatan penggunaannya memerlukan kerangka hukum baru. Ia masih menyelidiki apakah serangan pesawat tak berawak itu memang menimbulkan korban-korban sipil.

Menurut Biro Jurnalisme Investigatif Inggris, serangan-serangan pesawat tak berawak CIA di Pakistan menewaskan 3.577 orang sejak 2004. Dari jumlah itu, 884 orang di antaranya adalah warga sipil, termasuk 197 anak-anak.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaeda di kawasan barat laut Pakistan. Wilayah itu dituding menjadi tempat para militan Al Qaeda bersembunyi, tepatnya di daerah pegunungan yang ada di luar kendali Pemerintah Pakistan. Pasukan Amerika menyebut kawasan tersebut telah digunakan para militan sebagai tempat latihan, penyusunan kembali kekuatan, dan lokasi peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afganistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak. Sebaliknya, Washington, menuntut Pakistan, mengambil tindakan untuk menumpas jaringan teror.

Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, sementara tindakan Amerika memerangi para militan tersebut tak populer karena dianggap justru banyak menewaskan warga sipil. Warga Pakistan merasa Amerika sudah melanggar kedaulatan mereka. Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (M014/ B Kunto Wibisono)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.