Panggil Saja Fransiskus...

Kompas.com - 15/03/2013, 02:21 WIB
Editor

Apakah tidak boleh seorang kardinal yang terpilih menjadi Paus mempertahankan nama lamanya? Mengapa mereka harus menggunakan nama baru? Paus terakhir yang tetap mempertahankan nama lamanya adalah Marcellus II, yang dipilih pada 9 April 1555.

Memang, seorang kardinal yang terpilih menjadi Paus tidak wajib mengubah namanya. Akan tetapi, menurut tradisi sejak tahun 553 yang hidup hingga kini, para kardinal yang terpilih menjadi Paus memilih nama baru dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Sebagai contoh, mengapa Kardinal Giovani Battista Montini memilih nama Paulus VI. Mengapa Kardinal Angelo Roncalli memilih nama Yohanes XXIII? Mengapa Kardinal Karol Wojtyla menjadi Yohanes Paulus II, Kardinal Joseph Ratzinger memilih Benediktus XVI, dan sebagainya?

Ada banyak alasan mengenai pilihan nama-nama Paus. Ada yang memilih sebuah nama karena nama tersebut mencerminkan sebuah keutamaan. Nama Inosensius, misalnya, mencerminkan sebuah kesucian; Clemensius menggambarkan watak yang penyayang; Felix berarti bahagia; Bonifasius berarti beruntung; Benediktus berarti berkah; atau Adeodatus yang berarti diberi oleh Tuhan.

Pada umumnya, pemilihan nama itu memang banyak didasarkan pada rasa terima kasih dan keinginan untuk melanjutkan warisan spiritual atau sebaliknya untuk memulai sesuatu yang baru. Alasan duniawi dan keluarga juga ada. Sebagai contoh, Kardinal Antonio Pignatelli (1615-1700) memakai nama Inosensius XII karena ia sangat kagum dengan cara hidup yang mewah dari Paus Inosensius XI (1676-1689).

Ada juga pertimbangan tradisi spiritual. Santo Benediktus (480-543) adalah Pelindung Eropa. Itu yang dipakai Benediktus XVI. Rahib ini dinilai membuat masyarakat Eropa memiliki karakter keagamaan dan kebudayaan yang tinggi melalui praktik asketisisme, praktik kesederhanaan, kejujuran, dan kerelaan berkorban, doa, belajar, serta kerja keras.

Fransiskus

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengapa Kardinal Jorge Mario Bergoglio memilih nama Fransiskus setelah dipilih menjadi Paus?

Tentu itu sebagai bentuk penghormatan kepada St Fransiskus Asisi, tokoh religius sangat terkemuka dan pembaru pada abad ke-13. Fransiskus, terlahir sebagai Giovanni Francesco di Bernardone (1181/1182) di Asisi, adalah putra seorang saudagar kain dan ibunya seorang bangsawan. Akan tetapi, dia memilih meninggalkan semua itu dan mengabdi kepada sesama demi kemanusiaan dalam kemiskinan. Fransiskus Asisi mendirikan Ordo Fransiskan atau sering disebut Ordo Saudara-saudara Dina.

Semangat pengabdian kepada sesama, solidaritas kepada kaum miskin, dan kesederhanaan dalam hati serta pikiran itu yang ingin dicontoh Paus dan sudah dipraktikkan ketika menjabat sebagai uskup dan kardinal di Argentina. Inilah sebenarnya misi sesungguhnya dari Gereja.

Di sini terlihat bahwa Paus Fransiskus memberikan tekanan yang berbeda dengan Paus Benediktus XVI dalam berkarya. Benediktus lebih menguatkan batin Gereja, sedangkan Fransiskus akan menekankan pada ”pelayanan iman” dan ”pewartaan keadilan.”

Nama Fransiskus—apalagi Bergoglio seorang imam Jesuit—juga bisa dikaitkan dengan Fransiskus Xaverius, misionaris Jesuit abad ke-16 dan co-founder Serikat Jesus. Jadi, ada perpaduan antara intelektual rohani dan jasmani Jesuit dengan semangat hidup yang diperuntukkan bagi keadilan sosial serta kemiskinan.

Dengan memilih nama Fransiskus, Kardinal Bergoglio ingin menjadi Paus rakyat. Ia ingin mengaktualisasi arah pastoral Gereja yakni solider, berpihak kepada yang tersisih, orang kecil, dan membumi atas dasar sikap iman, bukan demi profit serta posisi politis dan ideologis. Dalam rumusan lain—kacamata Amerika Latin—bisa disebut ingin menghadirkan teologi pembebasan berwajah (Fransiskus) Asisi.(Trias Kuncahyono)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.