Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/03/2013, 16:06 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Kepolisian Pakistan berhasil menangkap sekitar 12 anak, beberapanya berusia 10 tahun, yang diduga akan digunakan sebagai pelaksana bom bunuh diri oleh kelompok-kelompok militan.

"Mereka ditangkap setelah polisi melakukan operasi selama 24 jam," kata Zubair Mahmood, Kepala Kepolisian Quetta, sambil memperlihatkan anak-anak tersebut dalam sebuah jumpa pers, Rabu (13/3/2013).

Quetta adalah ibu kota Provinsi Baluchistan, salah satu wilayah yang paling bergolak di Pakistan.

Kelompok militan Baluchistan, kata Mahmood, menggunakan anak-anak miskin, untuk meletakkan paket berisi bom rakitan di pasar, tempat sampah, atau jalan yang akan dilalui polisi dan tentara.

Mahmood mengatakan, kelompok militan memilih anak-anak karena polisi hampir pasti tidak akan mencurigai anak kecil atau pemulung sampah.

"Beberapa anak mengatakan bahwa mereka tidak tahu isi paket yang mereka bawa dan mereka juga tidak tahu apa yang mereka lakukan," kata Mahmood.

"Mereka bahkan senang melakukan tugas itu karena mendapat sedikit uang dari mengantar paket," tambah Mahmood.

Beberapa anak, berusia antara 10 dan 17 tahun, mengaku terlibat dalam sejumlah ledakan di Quetta, termasuk ledakan bom di dekat sebuah kendaraan militer Korps Perbatasan (FC), yang menewaskan dua prajurit dan sembilan warga sipil.

Provinsi Baluchistan diguncang pemberontakan yang dilakukan kelompok nasionalis Baluch, yang menuntut otonomi khusus, dan pembagian keuntungan lebih besar dari kekayaan alam Baluchistan berupa minyak bumi, gas, dan mineral lainnya.

Provinsi ini juga menjadi lokasi kekerasan sektarian dan tahun ini saja dua bom besar meledak di Quetta yang menewaskan sedikitnya 200 warga minoritas Syiah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com