Kompas.com - 13/03/2013, 18:25 WIB
EditorErvan Hardoko

Santo Benediktus juga dikenal gigih dalam meletakkan dasar-dasar iman Kristiani dalam kebudayaan dan peradaban Eropa.

Sehingga, Benediktus XVI berharap nama yang dipilihnya bisa membantu pekerjaannya sebagai paus untuk membantu umat Katolik tetap mengimani Yesus Kristus dalam kehidupan mereka sehari-hari.

"Benediktus melihat Eropa sebagai masalah kunci dan tempat yang harus menjadi fokus Vatikan," papar Reese.

Namun, pemilihan nama tak selalu berlatar belakang sejarah kepausan. Paus yang dikenal sebagai seorang reformis Paus Yohanes XXIII, yang terpilih pada 1958, mengatakan, dia memilih nama Yohanes karena sama dengan nama gereja kecil tempat dia dibaptis semasa kanak-kanak.

Yohanes sejauh ini menjadi nama yang paling banyak digunakan para paus.

Pada 1978, Kardinal Albino Luciani memilih nama Yohanes Paulus I sebagai nama kepausannya. Dia adalah paus pertama yang menggunakan gabungan dua nama.

Pemilihan dua nama itu dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap kedua pendahulunya, Yohanes XXIII dan Paulus VI. Kedua paus ini telah memimpin Vatikan melewati Konsisi Vatikan II, yang memperbaiki hubungan Gereja Katolik dengan seluruh dunia, khususnya dengan sekte Kristen lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat Yohanes Paulus meninggal dunia 33 hari setelah dilantik, koleganya mengingat almarhum dengan penuh cinta dan kekaguman. Saat itu Reese bertaruh dengan rekan-rekannya bahwa penggantinya akan menggunakan nama ganda yang sama.

Tebakan Reese tepat, karena kemudian Karol Wojtila terpilih menjadi paus dan memilih nama Yohanes Paulus II. Dia kemudian memimpin gereja selama 27 tahun. 

Benar-benar Baru

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.