Ini Cara Paus Dipilih Dalam Konklaf - Kompas.com

Ini Cara Paus Dipilih Dalam Konklaf

Kompas.com - 12/03/2013, 23:56 WIB

VATIKAN,KOMPAS.com - Para kardinal yang berkumpul di Roma untuk memilih Paus baru, dijadwalkan mulai memberikan suara, Selasa (12/3/2013) petang waktu setempat, dengan prosesi awal berlangsung sejak pagi harinya. Tak ada kandidat kuat dalam pemilihan ini.

Pemilihan Paus tidak dilakukan dengan memunculkan kandidat, yang kemudian baru dipilih melalui pemungutan suara. Tapi, setiap kardinal akan memberikan suara dengan mencantumkan kandidat pilihan masing-masing. Paus terpilih adalah bila dua pertiga kardinal yang berhak memberikan suara, memilih satu kandidat yang sama.

Karena tak adanya kandidat kuat dan sulitnya mendapatkan satu kandidat dengan dukungan dua pertiga kardinal pemilih, pemungutan suara dijadwalkan berlangsung empat kali dalam sehari. Yaitu dua kali pemungutan suara pada pagi hari dan dua kali pemungutan suara pada petang hari.

Prosesi pemungutan suara akan terus berlanjut sampai didapat angka minimal dua pertiga suara dari 115 kardinal pemilih yang mendukung satu kandidat, atau berarti kandidat terpilih butuh sekurangnya 77 suara pendukung. Bila pemungutan suara belum mendapatkan kandidat terpilih, dari dalam Kapel Sistina akan keluar asap berwarna hitam dari pembakaran kertas suara para kardinal.


Sebaliknya, bila pemungutan suara telah mendapatkan kandidat terpilih, asap putih akan menyiarkan kabar gembira tersebut. Tak ada cara komunikasi selain asap itu, yang diizinkan selama proses pemilihan Paus baru.

Data dan angka konklaf

Dalam sejarah pemungutan suara untuk memilih Paus selama seratus tahun terakhir, kandidat terpilih didapat paling cepat melalui pemungutan suara ketiga, pada 1939. Dua Paus terpilih dalam empat pemungutan suara, dan selebihnya paling sedikit butuh enam kali pemungutan suara.

Para kardinal-pemilih akan menghadiri Misa khusus, di Basilika Santo Petrus, Selasa (12/3/2013) pagi sebelum memasuki Kapel Sistina untuk memulai prosesi di sore hari. Paus baru akan menjadi pemimpin ke-266 Gereja Katolik, dengan 1,2 miliar umat se-dunia.

Ketika proses pemungutan suara dimulai, kerahasiaan menjadi kata kunci. Setelah pengucapan sumpah kerahasiaan, Monsignor Guido Marini, pemimpin upacara kepausan, akan mengatakan "Extra omnes" atau "Semua orang keluar" dan pintu-pintu kapel akan dikunci.

Untuk memastikan kerahasiaan, 90 staf akan melayani para kardinal selama masa karantina, dengan sumpah kerahasiaan yang sama. Setiap hari Kapel Sistina juga akan disisir untuk memastikan tidak ada alat penyadap.

Beberapa nama yang disebut punya kans terpilih menjadi Paus baru, antara lain Kardinal Angelo Scola dari Milan, Odilo Scherer dari Brasil dan Kardinal AS Timothy Dolan.

Dari 115 kardinal pemilih, 76 di antaranya ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI, dan 49 yang lain ditunjuk oleh pendahulunya yaitu Paus Yohanes Paulus II. Komposisi negara asal para kardinal pemilih, 60 di antaranya berasal dari kawasan Eropa, 21 dari Italia, 19 dari Amerika Latin, 14 dari Amerika Utara, 11 dari Afrika, 10 dari Asia, dan satu orang dari Oceania.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Pemilihan Paus Baru

 

 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorPalupi Annisa Auliani

    Terkini Lainnya

    Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

    Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

    Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

    Nasional
    Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

    Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

    Internasional
    Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

    Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

    Nasional
    Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

    Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

    Regional
    Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

    Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

    Nasional
    Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

    Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

    Internasional
    Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

    Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

    Nasional
    Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

    Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

    Nasional
    Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

    Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

    Megapolitan
    Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

    Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

    Internasional
    Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

    Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

    Megapolitan
    Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

    Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

    Regional
    4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

    4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

    Megapolitan
    Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

    Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

    Regional

    Close Ads X