Kompas.com - 11/03/2013, 20:09 WIB
EditorErvan Hardoko

"Tak ada dasar sejarah apapun terkait daftar ramalan Malachy," kata pakar sejarah Kristen dari Universitas Roma, Roberto Rusconi.

"Satu-satunya bakat Malachy adalah membuat orang lain memercayai prediksinya," lanjut Roberto.

Namun, para pakar lain mencoba membandingkan daftar penglihatan Malachy dengan sejarah.

Paus pertama, menurut daftar itu, berasal dari sebuah instansi di Sungai Tiber. Bagi yang memercayai ramalan ini, kalimat itu merujuk pada Paus Celestine II yang lahir di tepian Sungai Tiber.

Paus Benediktus, dalam daftar itu, digambarkan sebagai "kejayaan dari zaitun (olive)", dan para penggemar teori hari kiamat merujuk ke gelar Benediktus karena pendiri Ordo Benediktine juga dikenal sebagai Olivetan.

Selain itu, dalam ramalan Malachy, paus terakhir digambarkan sebagai "dalam tekanan yang besar, takhta suci Gereja Katolik Roma akan diduduki Peter (Petrus) Si Orang Roma...."

Sementara itu, tak seorang pun kardinal dari Italia yang bergelar Petrus atau Peter. Salah satu kandidat paus adalah Kardinal Peter Turkson dari Ghana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ramalan Nostradamus

Jika ramalan Malachy belum cukup, ternyata peramal paling terkenal dalam sejarah, Nostradamus, pada abad ke-16 juga mengeluarkan prediksi yang tak jauh berbeda dengan Malachy.

Nostradamus dalam ramalannya mengatakan, paus sebelum yang terakhir akan "meninggalkan Roma pada Desember di saat sebuah komet terlihat di siang hari".

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.