Kompas.com - 11/03/2013, 18:28 WIB
EditorErvan Hardoko

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, dan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, meresmikan proyek jalur pipa gas antara kedua negara yang kontroversial.

Amerikat Serikat sudah memperingatkan bahwa proyek tersebut bisa melanggar sanksi atas Iran terkait dengan program nuklirnya.

Pemerintah Washington mengatakan pipa akan memungkinkan Iran menjual gasnya sehingga melemahkan upaya untuk meningkatkan tekanan atas Iran.

Pakistan menanggap jalur pipa minyak yang sempat tertunda itu sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kekurangan energi sementara Amerika Serikat berpendapat masih ada cara lain untuk mengatasinya.

Pembangunan pipa di wilayah Iran sudah hampir selesai dan acara peresmian Senin 11 Maret menandai dimulainya pembangunan di Pakistan.

Dalam waktu dua tahun mendatang, jalur pipa sepanjang 780 km itu akan selesai menghubungkan kedua negara.

Pembicaraan tentang proyek itu dimulai tahun 1994 dengan tujuan awal membawa gas dari Iran ke India. Namun pada tahun 2009, India memutuskan untuk mundur dari proyek. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Risiko Keamanan

Kekurangan energi merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi Pakistan dan mereka menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan dari luar negeri.

Bulan lalu terjadi pemutusan aliran listrik secara nasional di Pakistan yang disebabkan oleh masalah teknis di sebuah pembangkit tenaga listrik di Provinsi Balukistan.

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X