Cerobong Asap Sudah Siap

Kompas.com - 11/03/2013, 02:50 WIB
Editor

Vatikan, Minggu - Dunia kini tengah menunggu pemilihan Paus baru yang mulai berlangsung pada Selasa (12/3). Dua tungku pembakaran dengan cerobongnya di atas Kapel Sistina di kompleks Takhta Suci Vatikan, yang akan menjadi tempat berlangsungnya konklaf, juga sudah siap dipakai.

Kertas suara yang dibakar di tungku pertama akan bercampur dengan asap pembakaran jerami dan zat kimia di tungku kedua menjadi asap hitam di cerobong asap, sebagai pertanda Paus belum terpilih. Pembakaran surat suara di tungku pertama tanpa pembakaran di tungku kedua akan mengeluarkan asap putih, sebagai pertanda Paus baru telah terpilih.

Sebanyak 115 kardinal akan memulai pemilihan Paus, memilih satu orang di antara mereka untuk menggantikan Paus Emeritus Benediktus XVI (85). Benediktus mengundurkan diri pada 28 Februari lalu dengan alasan kondisi fisiknya tak lagi mendukung.

Dari 115 kardinal itu, 60 kardinal berasal dari Eropa, 14 dari Amerika Utara, 19 dari Amerika Latin, 11 dari Afrika, dan selebihnya dari Asia serta Oceania. Dibutuhkan dua pertiga suara atau 77 suara untuk menentukan Paus baru.

Dewan kardinal menyepakati awal konklaf setelah bersidang selama lima hari, lebih lama dari persiapan konklaf pada tahun 2005 menjelang pemilihan Kardinal Joseph Ratzinger sebagai Paus.

Akan tetapi penentuan tanggal yang lebih lama ini, menurut juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, didasarkan pada keinginan para kardinal agar Gereja makin kukuh dan manajemen di Takhta Suci Vatikan menjadi lebih baik lagi dari yang selama ini. Mereka berdebat lebih saksama sejak kongregasi umum dimulai Senin pekan lalu.

Gereja Katolik selalu percaya bahwa arahan Tuhan sangat berpengaruh kuat dalam proses dan penentuan pemilihan Paus baru. Pada Selasa nanti para kardinal tidak lagi bisa berhubungan dengan luar dan siap memilih Paus ke-266 untuk memimpin 1,2 miliar umat Katolik.

Bisa cepat

Lombardi pada Minggu (10/3) di Vatikan mengatakan, pemilihan Paus bisa berlangsung cepat. Dia mengindikasikan pada Jumat (15/3) bisa terpilih Paus baru.

Walaupun belum terpilih pada tanggal itu, masih banyak waktu bagi para kardinal untuk melakukannya. Paus baru diharapkan sudah ada saat Minggu Palma pada 24 Maret. ”Tidak ada alasan pemilihan akan berlangsung lama,” katanya.

Tahun ini yang bertugas menyerukan kalimat ”Habemus Papam” setelah Paus terpilih adalah kardinal senior asal Perancis, Jean-Louis Tauran. Itu adalah frasa untuk menunjukkan bahwa Paus baru telah terpilih. Ucapan ”Habemus Papam” adalah hal paling ditunggu umat Katolik saat pemilihan Paus.(AP/AFP/REUTERS/MON)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X