Persiapan Akhir Jelang Konklaf

Kompas.com - 10/03/2013, 05:19 WIB
Editor

Vatikan, Sabtu - Para pegawai di Vatikan melakukan persiapan akhir di Kapel Sistina untuk menggelar konklaf, sidang tertutup untuk memilih Paus baru. Pada hari kelima kongregasi umum di Vatikan, Jumat (8/3) petang waktu setempat, para kardinal akhirnya menyepakati pemilihan pemimpin tertinggi umat Katolik dilaksanakan pada Selasa (12/3).

”Pertemuan prakonklaf memutuskan bahwa konklaf akan dimulai hari Selasa, 12 Maret 2013,” demikian pernyataan resmi Vatikan.

Setiap kardinal telah bersumpah untuk tidak membicarakan detail pemungutan suara dan segala hal yang terjadi di dalam konklaf. Senin, mereka akan membahas persiapan akhir, dan malam harinya menginap di Rumah Santa Martha. Mereka memutuskan hubungan dengan dunia luar hingga konklaf berakhir dengan terpilihnya Paus.

Selama berabad-abad, Vatikan mengandalkan dinding tebal Kapel Sistina untuk mempertahankan kerahasiaan pemilihan Paus. Namun, pada era kemajuan teknologi ini, Gereja Katolik pun harus berpaling pada seperangkat peralatan pengacak sinyal untuk mencegah kebocoran.

Para pekerja mulai memasang lapisan lantai tambahan di atas ubin kapel untuk menutupi rangkaian elektronik alat pengacak sinyal. Beberapa jam sebelum pemilihan, petugas memeriksa ulang penginapan Rumah Santa Martha dan Kapel Sistina—dua bangunan berseberangan di kedua sisi Basilika Santo Petrus—dengan alat pemindai untuk mendeteksi mikrofon atau alat penyadap tersembunyi.

Persiapan konklaf ini dikoordinasi Camerlengo Kardinal Tarcisio Bertone, Sekretaris Negara Vatikan, yang bertanggung jawab atas pemerintahan Vatikan selama masa kekosongan takhta kepausan (sede vacante). Pemilihan Paus baru digelar untuk memilih pengganti Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri pada 28 Februari lalu.

Sebelum mengundurkan diri karena merasa kondisi fisiknya tak lagi mendukung sebagai Paus, Benediktus (85) membuka peluang kepada para kardinal untuk mempercepat awal konklaf. Peraturan sebelumnya menyebutkan, konklaf dimulai 15-20 hari setelah takhta Paus kosong.

Dua pertiga suara

Sebanyak 115 dari 117 kardinal berusia di bawah 80 tahun akan berpartisipasi memilih Paus. Pemilihan pertama akan dimulai pada Selasa petang setelah misa pembukaan konklaf di Basilika Santo Petrus. Mulai hari berikutnya akan dilaksanakan maksimal empat kali pemungutan suara setiap hari hingga calon terpilih mendapat dukungan dua pertiga suara atau 77 orang.

Pertemuan para kardinal pada Jumat juga membebaskan dua kardinal yang mempunyai hak pilih untuk tidak mengikuti konklaf. Keduanya adalah Kardinal Julius Darmaatmadja, Uskup Agung Jakarta Emeritus, yang kondisi penglihatannya menurun, dan Kardinal Skotlandia Keith O’Brien, yang mengundurkan diri pekan lalu.

(AP/AFP/Reuters/was)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X