Kompas.com - 10/03/2013, 01:05 WIB
EditorErvan Hardoko

ROMA, KOMPAS.com - Dokter pengadilan Milan, Sabtu (8/3/2013), menyatakan politisi kawakan Silvio Berlusconi cukup sehat untuk menghadiri sidang banding tuduhan penipuan pajak.

Pengadilan menolak alasan Berlusconi yang menyatakan kondisi kesehatan matanya tak memungkinkan dirinya meninggalkan rumah sakit.

Pemimpin partai kanan-tengah berusia 76 tahun itu tengah menghadapi sejumlah sidang bulan ini, bersamaan dengan upaya raja media ini untuk kembali ke dunia politik setelah hasil pemilu yang kurang memuaskan.

Sebelumnya, pada Jumat (8/3/2013), Berlusconi tidak hadir dalam sidang kasus tuduhan melakukan hubungan seks dengan gadis di bawah umur. Sidang ditunda karena Berlusconi dirawat di rumah sakit karena gangguan pada matanya. Namun, jaksa menuding itu semua hanya taktik Berlusconi untuk menunda sidang.

Lalu, pada Sabtu, pengadilan mengirim dokter untuk memeriksa Berluscono di klinik tempatnya dirawat dokter pribadi. Kemudian para dokter pengadilan mengatakan bahwa kondisi Berlusconi bukan "alasan legal" bagi dia untuk menolak hadir di dalam sidang.

Dokter pribadi Belusconi mengatakan radang di mata sang politisi membuat dia sangat kesakitan dan mengganggu penglihatannya.

Namun, pengadilan menegaskan sidang banding tetap berlangsung pada Sabtu dengan atau tanpa kehadiran Berlusconi.

Berlusconi tengah mengajukan banding atas vonis hukuman penjara empat tahun atas kasus penipuan pajak yang terkait pembelian hak siar oleh jaringan stasiun televisi miliknya, Mediaset.

Berlusconi tentu saja membantah telah melakukan pelanggaran hukum dan menyatakan dia telah menjadi korban "tuduhan hukum setiap kali Italia menghadapi momen-momen politik yang rumit".

Berdasarkan undang-undang Italia, seseorang yang sudah divonis pengadilan tak perlu menjalani hukumannya saat masih melakukan langkah hukum lanjutan, misalnya permohonan banding.

Dalam kasus dugaan penipuan pajak ini, jika permohonan banding Berlusconi gagal, maka dia masih bisa mengajukan kasus ini ke pengadilan yang lebih tinggi. Dua kali permohonan banding adalah sebuah prosedur standar dalam sistem hukum Italia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.