In Memoriam Hugo Chavez

Kompas.com - 07/03/2013, 02:12 WIB
Editor

Arif Sumantri Harahap

Chavez is the most democratic politician on the earth. George Galloway

Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan di televisi nasional, Selasa (5/3), bahwa Presiden Hugo Chavez Frias meninggal pada pukul 16.25 dalam usia 58 tahun.

Dalam pidato emosional yang disertai titik air mata, Maduro mengatakan bahwa Comandante Chavez telah tiada setelah berjuang melawan penyakit kanker selama hampir dua tahun. Maduro yang diapit para pemimpin politik dan militer meminta seluruh rakyat Venezuela untuk merapatkan barisan.

Menurut konstitusi Venezuela, Ketua Majelis Nasional Diosdado Cabello akan menjabat presiden untuk sementara waktu sebelum presiden baru terpilih pada pemilihan umum. Dunia pun berduka atas wafatnya Presiden Venezuela yang baru terpilih secara demokratis pada pemilu Oktober 2012.

Sang legenda

Chavez meninggalkan legenda tersendiri. Di Venezuela, Amerika Latin, dan kawasan Karibia, Presiden Chavez dipandang sebagai pemimpin yang merakyat dan memanjakan rakyat dari hasil minyak untuk sandang, pangan, dan papan mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama 14 tahun memimpin Venezuela, Chavez berhasil mengentaskan orang miskin di atas 75 persen dan membebaskan mereka dari buta huruf. Program perumahan rakyat yang terkenal dengan Gran Vivienda merupakan salah satu proyek andalan yang berhasil menyingkirkan penantangnya, Henrique Capriles, pada pemilu lalu. Namun, ia juga mengubah konstitusi agar presiden, gubernur, dan wali kota dapat dipilih kembali tanpa pembatasan dua kali.

Presiden Hugo Chavez juga menarik perhatian dunia karena kebijakan luar negeri Venezuela telah membawa masalah keamanan di belahan Bumi bagian barat (western hemisphere) berhadapan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Diplomasi Chavez yang menggunakan minyak sebagai senjata (soft power) memungkinkan negara lain turut tidak tunduk kepada ideologi atau kekuatan militer AS. Sebagai alat kebijakan luar negeri, soft power efektif untuk mendapatkan sekutu sekaligus menyeimbangkan kekuatan yang mengerem nafsu Amerika untuk menguasai dunia.

Sejak awal pemerintahan, Chavez telah bekerja sama dengan negara lain untuk menjauhkan diri dari AS dan membangun aliansi dengan negara-negara sepaham seperti China, Belarusia, Kuba, dan Iran.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.