Kompas.com - 05/03/2013, 15:52 WIB
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com — Sultan Sulu Jamalul Kiram III, Selasa (5/3/2013), menegaskan, pasukannya yang berada di Negara Bagian Sabah, Malaysia, tidak akan menyerah dan akan bertempur hingga orang terakhir.

"Putra mahkota, pasukan kerajaan, dan para patriot yang mendarat di Sabah dengan sukarela akan berjuang hingga orang terakhir untuk memperjuangkan idealisme dan aspirasi mereka," kata Kiram di Manila.

Jamalul Kiram mengirim adiknya, Raja Muda Agbimuddin Kiram, dan ratusan pendukungnya, yang sebagian bersenjata, ke Negara Bagian Sabah pada 12 Februari lalu.

Mereka bertujuan untuk mengklaim kembali tanah yang menurut mereka adalah wilayah Kesultanan Sulu yang dahulu menguasai sebagian Pulau Kalimantan, termasuk Sabah.

Jamalul Kiram III, yang memproklamasikan diri sendiri sebagai Sultan Sulu, menyatakan, pemimpin pasukannya di Sabah adalah putra mahkotanya bersama Tentara Kesultanan Sulu.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia memutuskan untuk menggelar operasi militer dengan dukungan pesawat tempur dan helikopter demi menyelesaikan kebuntuan yang telah terjadi selama tiga pekan.

Pasukan Malaysia dan Tentara Kesultanan Sulu sudah sempat bertukar tembakan yang mengakibatkan 18 orang Sulu dan 8 orang polisi Malaysia tewas.

 

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.