Kompas.com - 04/03/2013, 14:34 WIB
EditorEgidius Patnistik

Pemimpin teroris itu merupakan tokoh berpengaruh bagi pemberontak dan dikatakan telah mendalangi serangan di ladang gas di Aljazair yang menyebabkan krisis sandera pada Januari lalu. Sebanyak 37 pekerja asing tewas di fasilitas ladang gas terpencil di bagian yang dioperasikan BP, yang dikuasai teroris bersenjata berat, pada 16 Januari. Sebanyak 29 penyandera tewas, sedangkan tiga orang ditangkap tentara Aljazair dalam misi pasukan khusus untuk mengakhiri pengepungan empat hari itu.

Belmokhtar sudah dua kali dijatuhi hukuman mati tanpa kehadirannya di negara asalnya, Aljazair, yaitu pada 2008 untuk kasus pembunuhan dan tahun 2012 untuk aksi terorisme.

Belmokhtar diyakini pertama kali tertarik pada kaum jihad saat masih menjadi siswa sekolah, sebelum bepergian ke Afganistan untuk mendukung pertempuran mujahidin dalam Perang Saudara di negara itu. Ia kemudian bergabung dengan kaum Islam GIA pada Perang Sipil Aljazair di mana ia kehilangan mata kirinya karena kesalahan penanganan bahan peledak. Reputasinya sebagai seorang "gangster" yang terlibat dalam penyelundupan senjata dan rokok membuatnya mendapat julukan "Mister Marlboro" di kalangan penduduk setempat di Sahara.

Belmokhtar kemudian menjadi seorang komandan Al Qaeda yang berbasis di Mali di Maghreb Islam (AQIM) sebelum ia memimpin organisasinya sendiri, yang dijuluki Al-Mulathameen atau Brigade Bertopeng. Kelompok itulah yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di ladang gas Aljazair.

Dalam pesan video yang difilmkan pada puncak krisis itu, Belmoktar mengatakan, "Kami di Al Qaeda mengumumkan operasi ini. Kami siap untuk bernegosiasi dengan Barat dan Pemerintah Aljazair asalkan mereka menghentikan pengeboman mereka terhadap warga Muslim Mali."

Bentrokan terbaru yang menewaskan Belmokhtar itu terjadi hanya satu hari setelah muncul laporan bahwa seorang anggota senior Al Qaeda tewas di Mali Utara. Abdelhamid Abou Zeid, seorang komandan senior Al Qaeda di Maghreb Islam, tewas bersama 40 orang lainnya lima hari lalu di kaki pengunungan Adrar Ifoghas.

Hari Jumat, Presiden Chad Idriss Deby mengatakan, pasukannya "membunuh dua pemimpin jihad, termasuk Abou Zeid", tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Warga Aljazair, Abdelhamid Abou Zeid, yang nama aslinya adalah Mohamed Ghadir, merupakan salah satu dari tiga komandan di AQIM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasukan Perancis dan Chad telah memburu para militan AQIM di pegunungan di perbatasan Aljazair setelah sebuah serangan kilat untuk mengusir mereka dari Mali utara.

Kantor kepresidenan Perancis menolak untuk mengomentari kematian pemimpin AQIM. Namun, seorang pejabat militer Perancis mengonfirmasi bahwa sekitar 40 pemberontak telah tewas dalam pertempuran sengit selama seminggu terakhir di wilayah pegunungan Tigargara. Pejabat itu mengatakan, 1.200 tentara Perancis, 800 tentara Chad, dan beberapa elemen tentara Mali masih bertempur di selatan Tessalit di pegunungan Adrar. Ia mengatakan, 10 situs logistik dan pabrik bahan peledak serta 16 kendaraan telah dihancurkan dalam operasi itu.

Perancis melancarkan serangan untuk merebut kembali gurun luas di Mali utara dari AQIM dan pemberontak-pemberontak lainnya setelah permohonan dari Pemerintah Mali untuk menghentikan laju kaum militan ke selatan. Intervensi itu dengan cepat membuat para pemberontak di kota-kota utama di Mali utara terusir. Mereka kembali ke padang gurun dan pegunungan di sekitarnya, terutama Adrar des Ifoghas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.