Kompas.com - 04/03/2013, 11:42 WIB
EditorEgidius Patnistik

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Seorang anggota kelompok bersenjata Sultan Sulu, yang mencoba menjadikan 80 warga kampung Senallang Lama, Lahad Datu, Sabah, sebagai tawanan, ditembak mati oleh penduduk kampung dengan senjatanya sendiri.

Lelaki yang berusia 60 tahun bersenjata M-16 dengan sebuah peluncur roket itu panik ketika mendengar deru helikopter. Saat itulah, dua penduduk yang menjadi tawanannya menyergap dan menjatuhkan senjatanya. Ia kemudian ditembak mati oleh penduduk. Demikian dilaporkan berbagai media lokal di Kuala Lumpur, Senin.

Ijan (30), seorang penduduk yang turut ditawan selama tujuh jam, mengatakan bahwa lelaki itu awalnya menembak beberapa rumah untuk menakut-nakuti penduduk dan memerintahkan mereka untuk berkumpul. "Lelaki itu berbangsa Sulu dan dia sudah dikenal warga karena sudah lama tinggal di kampung kami," katanya.

Dalam peristiwa pada hari Minggu (3/3/2013) pukul 02.00 itu, lelaki Sulu tersebut meminta Ijan untuk mengantarnya ke Kunak. "Akan tetapi, saya enggan karena dia bersenjata," katanya. Lelaki Sulu itu kemudian pergi, tetapi datang lagi dengan 20 orang penduduk yang dijadikan tawanan.

Para penduduk, termasuk wanita dan anak-anak yang ditawan, kemudian dikumpulkan di Kampung Masjid. Setelah bernegosiasi, akhirnya tawanan wanita dan anak-anak dilepaskan.

Di sepanjang perjalanan menuju ujung kampung, para penghuni setiap rumah yang dilewati dijadikan tawanan sehingga jumlah tawanan terus bertambah. Saat mereka berhenti di sebuah pondok usang di tepi kampung, tiba-tiba sebuah helikopter melintas sehingga lelaki tersebut panik. Demikian kata Ijan.

Saat itulah, dia diserang balik oleh penduduk kampung dan ditembak dengan senjata M-16 miliknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, juru bicara polisi Sabah, Datuk Hamza Taib, mengatakan bahwa lelaki tersebut merupakan salah satu anggota kelompok bersenjata yang melakukan serangan terhadap polisi Malaysia di Kampung Sri Jaya, sekitar 7 kilometer dari lokasi kejadian. "Walaupun tindakan penduduk itu dari segi hukum tampak salah, kami perlu ingat mereka dianggap tawanan. Mereka mengambil tindakan balas untuk menyelamatkan diri," katanya.

Ketegangan di Lahad Datu, Sabah, sejak beberapa hari terakhir telah menyebabkan sekitar 2.000-3.000 warga kampung mengungsi. Pusat-pusat perdagangan sepi dan semua toko ditutup, termasuk tiga stasiun pengisian bahan bakar minyak.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X