Kompas.com - 01/03/2013, 12:34 WIB
EditorErvan Hardoko

BANGKOK, KOMPAS.com - Sedikitnya enam orang terluka ketika sebuah bom meledak di Narathiwat, Thailand Selatan, Jumat (1/3/2013), hanya sehari setelah pemerintah Thailand menandatangani perjanjian damai dengan sejumlah kelompok separatis.

Bom rakitan itu, ditaruh di sebuah sepeda motor dan diledakkan di luar sebuah pasar yang ramai di Narathiwat. Polisi setempat mengatakan bom itu meledak di kawasan yang dianggap sebagai "zona aman" dengan penjagaan aparat yang sangat ketat.

Kepolisian menduga aksi peledakan bom itu dilakukan rival Barisan Revolusi Nasional (BRN) kelompok separatis yang menandatangani rencana perdamaian dengan pemerintah Thailan di Malaysia.

"Kami yakin aksi ini adalah pekerjaan kelompok militan yang ingin memperlihatkan kekuatan mereka dan mendiskreditkan pemerintah," kata Deputi Penyidik Kepolisian Narathiwat, Somchai Panomuppakarn.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengatakan berkurangnya aksi kekerasan di Thailand Selatan masih membutuhkan waktu.

"Pemboman ini adalah hal biasa, itu bukan perlawanan terhadap pemerintah. Penandatangan proses perdamaian kemarin (Kamis) tak berarti kekerasan akan berakhir dengan segera," kata Yingluck.

Akibat ledakan bom itu, salah satu korban yaitu seorang pria berusia 66 tahun dalam kondisi kritis. Korban luka lainnya adalah empat orang perempuan dan satu tentara pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X