Kompas.com - 01/03/2013, 11:13 WIB
EditorEgidius Patnistik

TOKYO, KOMPAS.com  Apartemen-apartemen itu hampir tidak cukup besar untuk menampung tubuh satu orang. Namun, apartemen sangat mini seukuran peti mati di pusat kota Tokyo itu tarif sewanya mencapai Rp 5,8 juta per bulan.

Tokyo merupakan salah satu kota terpadat di dunia. Untuk mengakali masalah perumahan yang kronis, para pemilik rumah telah mengembangkan apa yang dikenal sebagai "geki-sema" atau berbagi rumah.

Apa yang disebut apartemen itu sedikit lebih besar dari lemari. Bentuknya berupa bilik-bilik kecil yang ditumpuk satu di atas yang lain dengan ruang cukup untuk satu orang dan beberapa barang milik mereka. Bahkan, banyak yang tidak memiliki jendela dan pintu. Orang yang tingginya lebih dari 1,8 meter akan kesulitan untuk meregangkan kaki mereka.

Kebanyakan tempat-tempat itu digunakan para profesional muda yang menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja dan di luar rumah. Mereka menggunakan akomodasi kecil ini hanya untuk tidur.

Foto-foto tentang apartemen di distrik Shibuya, Tokyo, itu bersumber dari sebuah program berita baru-baru ini di Jepang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X